Loading...

Klasifikasi Colletotrichum capsici (Siklus Hidup, Gejala Serangan dan Daur Penyakit Antraknosa)

Klasifikasi Jamur Penyebab Penyakit Antraknosa (Colletotrichum capsici)

Klasifikasi Colletotrichum capsici Jamur Penyebab Penyakit Antraknosa
Gejala serangan Colletotrichum capsici pada pepaya, tomat, cabai dan bawang merah

Hama & PenyakitColletotrichum capsici adalah jamur patogen penyebab penyakit pada tanaman. Cendawan anggota keluarga Polystigmataceae dari genus Colletotrichum ini dapat menyerang batang, ranting, daun dan buah. Hampir semua jenis tanaman dapat terinfeksi cendawan ini, contoh cabai, bawang merah, tomat, terung, melon, semangka, mentimun, pepaya dan lain sebagainya. Infeksi jamur C. capsici paling banyak terjadi pada musim hujan pada lahan yang berdrainase buruk. Dimusim kemarau dengan lahan berdrainase baik, infeksi C. capsici tidak begitu mengkhawatirkan, namun tidak tertutup kemungkinan serangan bisa terjadi. Penyakit yang disebabkan oleh jamur C. capsici ini disebut antraknosa. Pada tanaman cabai, penyakit antraknosa memiliki berbagai sebutan, yaitu patek, api-api, krapak, busuk kering, dll.

Klasifikasi Jamur Colletotrichum capsici

Klasifikasi Colletotrichum capsici
Divisio : Ascomycotina
Sub-divisio : Eumycota
Kelas : Pyrenomycetes
Ordo : Sphaeriales
Famili : Polystigmataceae
Genus : Colletotrichum
Spesies : Colletotrichum capsici

Siklus Hidup Jamur Colletotrichum capsici

Pertumbuhan awal jamur Colletotrichum capsici membentuk koloni miselium yang berwarna putih dengan miselium yang timbul di permukaan. Kemudian secara perlahan-lahan berubah menjadi hitam dan akhirnya berbentuk aservulus. Aservulus ditutupi oleh warna merah muda sampai coklat muda yang sebetulnya adalah massa konidia.

Miselium terdiri dari beberapa septa, inter dan intraseluler hifa. Aservulus dan stroma pada batang berbentuk hemispirakel dan ukuran 70-120 µm. Seta menyebar, berwarna coklat gelap sampai coklat muda, seta terdiri dari beberapa septa dan ukuran +150µm. Konidiofor tidak bercabang, massa konidia nampak berwarna kemerah-merahan. Konidia berada pada ujung konidiofor. Konidia berbentuk hialin, uniseluler, ukuran 17-18 x 3-4 µm. Konidia dapat berkecambah pada permukaan buah yang hijau atau merah tua. Tabung kecambah akan segera membentuk apresorium.

Baca juga  Mengatasi Hama dan Penyakit Tanaman Melon

Gejala Serangan Colletotrichum capsici

Jamur Colletotrichum capsici dapat menginfeksi batang, cabang, ranting, daun dan buah. Infeksi pada buah bisa terjadi pada buah muda hingga buah matang. Gejala awal serangan ditandai dengan adanya bintik-bintik kecil yang berwarna kehitam-hitaman dan sedikit melekuk. Selanjutnya buah yang terinfeksi mengerut, membusuk dan rontok/gugur. Bercak berbentuk bundar cekung dengan berbagai ukuran dan berkembang pada buah muda. Pada serangan parah bercak akan bersatu dan merata hampir di seluruh permukaan kulit buah.

Massa spora jamur berwarna merah jambu ke orange terbentuk dalam cincin yang konsentris pada permukaan bercak. Bercak yang sudah menua, aservuli akan kelihatan. Dengan rabaan, akan terasa titik-titik hitam kecil, di bawah mikroskop akan tampak rambut-rambut halus berwarna hitam. Spora terbentuk cepat dan berlebihan memencar secara cepat pada permukaan buah, mengakibatkan kehilangan hasil sampai 100%. Bercak dapat menjalar ke tangkai buah dan meninggalkan bintik yang tidak beraturan berwarna merah tua dengan tepinya berwarna merah tua gelap.

Loading...

Daur Penyakit Colletotrichum capsici

Pertumbuhan awal jamur Colletotrichum capsici membentuk koloni misselium yang berwarna putih dengan misselium yang timbul di permukan. Kemudian perlahan-lahan berubah menjadi hitam dan akhirnya berbentuk aservulus. Aservulus ditutupi oleh warna merah muda sampai cokelat muda yang sebelumnya adalah massa koloni. Tahap awal dari infeksi Colletotrichum umumnya terdiri dari konidia dan germinasi pada permukaan tanaman, menghasilkan tabung kecambah. Setelah penetrasi akan terbentuk jaringan hifa. Hifa intra dan interseluler menyebar melalui jaringan tanaman. Spora Colletotrichum dapat disebarkan oleh air hujan dan pada inang yang cocok akan berkembang dengan cepat.

Infeksi terjadi setelah apresoria dihasilkan. Karena penurunan dinding secara ekstensif, hifa mempenetrasi kutikula dan ditandai dengan tumbuh dibawah dinding kutikula dan dinding periklinal dari sel epidermis. Kemudian, hifa tumbuh dan menghancurkan dinding sel utama. Ini berhubungan dengan matinya sel yang berdampingan secara ekstensif. Ketika jaringan membusuk, hifa masuk ke pembuluh sklerenkium (sclerenchynatous) dengan langsung tumbuh menembus dindingnya.

Baca juga  Mengendalikan Penyakit Tanaman Terong

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Jamur Colletotrichum capsici

Pertumbuhan dan penyebaran jamur Colletotrichum capsici dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah pH. pH berperan penting dalam mengatur metabolisme dan sistem-sistem enzim, jika terjadi penyimpangan pH, proses metabolisme Colletotrichum capsici dapat terhenti. Pertumbuhan optimum jamur Colletotrichum capsici pada rentang pH 5-7 dengan suhu antara 24-30ºC dan kelembaban relatif antara 80-92 %.

Faktor lain yang mempengaruhi serangan jamur C. capsici yaitu penggunaan benih yang tidak sehat, teknik budidaya, serta penggunaan pupuk yang tidak tepat. Spora jamur C. capsici dapat terbawa pada benih yang berasal dari tanaman terinfeksi. Di dalam tanah spora C. capsici mampu bertahan bertahun-tahun sehingga perlu dilakukan rotasi tanaman untuk memutus siklus hidup patogen tersebut.

Pengaruh Pemberian Pupuk Terhadap Serangan Jamur Colletotrichum capsici

Pemupukan yang seimbang akan membuat tanaman tumbuh lebih sehat karena tanaman memperoleh nutrisi yang cukup. Tanaman yang sehat lebih mampu mempertahankan diri dari infeksi penyakit. Pemberian pupuk NPK dan kapur akan memperkuat tanaman, terutama dinding sel sehingga tanaman lebih tahan terhadap infeksi penyakit. Pemberian pupuk P dan K dengan dosis yang cukup sangat nyata mengurangi intensitas serangan penyakit antraknosa.

Pemberian pupuk yang tepat jenis, tepat dosis dan tepat waktu sangat membantu usaha pencegahan dan pengendalian penyakit antraknosa. Penggunaan pupuk N yang tinggi menyebabkan tanaman tumbuh sekulen dan menipisnya lapisan silika pada jaringan epidermis sehingga tanaman rentan terhadap serangan penyakit.

Demikian tentang “Klasifikasi Jamur Colletotrichum capsici, Siklus Hidup, Gejala Serangan dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Serangan C. capsici“. Semoga bermanfaat….

Salam mitalom !!!

Loading...
Loading...