Jenis-jenis Hama Penyakit Cabai di Persemaian dan Cara Pengendaliannya

HAMA & PENYAKIT BIBIT CABAI

Cara Mencegah HAMA dan PENYAKIT Bibit Cabe

Penyemaian BIBIT CABAI


Hama & Penyakit – Kesuksesan dalam budidaya Cabai dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain faktor lingkungan dan cuaca, teknik budidaya, harga pasar, pengetahuan atau pengalaman dan jangan lupa faktor keberuntungan juga ikut ambil bagian. Namun dari sekian banyak faktor penentu keberhasilan budidaya cabai, baik cabai merah, cabai besar ataupun cabai rawit faktor yang paling memegang perananan adalah teknik budidaya. Teknik budidaya adalah cara dalam melakukan budidaya cabai dari awal hingga panen. Teknik budidaya yang dimaksud meliputi kegiatan persiapan tanam, mulai dari pemilihan benih, pengolahan lahan hingga pemeliharaan tanaman cabai sampai panen. Salah satu teknik budidaya yang sangat berpengaruh dalam kesuksesan budidaya cabai adalah penyemaian dan pemeliharaan bibit cabai dipersemaian hingga bibit siap tanam. Jika penyemaian dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan benar, kasus kerugian akibat gangguan hama maupun penyakit dapat dihindari.

Pemeliharaan bibit cabai dipersemaian menjadi tolok ukur dan memegang peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan budidaya cabai dilapangan. Penggunaan benih varietas unggul yang berkualitas, tahan penyakit dan varietas genjah berproduksi tinggi menjadi penentu seperti apakah hasil yang akan diperoleh. Namun tidak jarang dalam kegiatan penyemaian dan pemeliharaan bibit cabai dipersemaian mengalami kendala atau gangguan yang dapat menimbulkan kerugian. Kendala atau gangguan yang sering dialami dalam menyemai benih cabai lebih disebabkan oleh gangguan hama dan penyakit. Serangan hama maupun penyakit bibit cabai dipersemaian dapat menyebabkan berkurangnya persediaan bibit sehingga kita harus membeli lagi benih dan menyemai ulang. Bahkan saya sendiri pernah mengalami kasus serius dalam menyemai benih cabai, bibit cabai yang baru berumur 2 minggu habis tidak tersisa terserang penyakit rebah semai (dumping off).

Jenis-jenis Hama dan Penyakit Bibit Cabai Dipersemaian

Terdapat beberapa jenis hama dan penyakit yang sering menyerang bibit cabai dipersemaian, antara lain hama jangkrik, semut, bekicot, bakteri, jamur, nematoda dan virus. Dari beberapa jenis hama dan penyakit tersebut, yang menurut saya paling berbahaya adalah penyakit rebah semai atau rebah kecambah atau dumping off. Penyakit ini disebabkan oleh jamur patogen, yaitu Pythium spp.

Cara Pengendalian HAMA dan PENYAKIT Bibit Cabai Dipersemaian

A. PENGENDALIAN HAMA PADA BIBIT CABAI

Beberapa hama serangga yang sering mengganggu dan merusak bibit cabai dipersemaian antara lain ;
1. Hama jangkrik / gangsir
2. Semut, dan
3. Bekicot

Cara pencegahan dan pengendalian ;

a). Meletakkan bibit lebih tinggi dari permukaan tanah dengan membuat rak/panggung untuk menghindari jangkauan hama jangkrik, gangsir, semut dan bekicot.

b). Merendam benih menggunakan larutan insektisida untuk menghindari hama semut

c). Penyemprotan insektisida dosis rendah

3. Hama NEMATODA

Nematoda adalah hama yang terdapat didalam tanah dan menyebabkan penyakit bengkak akar atau puru akar. Hama penyebab penyakit ini adalah Meloidogyne spp. Gejala terlihat jika semaian agak kekuningan namun sering nampak seperti sehat, pertumbuhan bibit terhenti dan kerdil, jika dicabut terdapat bintil-bintil pada akar yang sulit lepas jika diusap menggunakan tangan.

Cara pencegahan dan pengendalian ;

a). Media untuk penyemaian menggunakan lapisan sub soil (1,5-2 m di bawah permukaan tanah), pupuk kandang matang yang halus dan pasir kali pada perbandingan 1:1:1.

b). Campuran media ini disterilkan dengan cara dikukus selama 2 jam untuk mematikan hama yang ada pada media.

c). Semaian yang terinfeksi penyakit harus dicabut dan dimusnahkan, media tanah yang terkontaminasi dibuang.

d). Menaburkan nematisida secara merata pada media semai sebelum atau sesudah benih ditaburkan.

B. PENGENDALIAN PENYAKIT PADA BIBIT CABAI

1. Penyakit LAYU BAKTERI

Penyakit layu bakteri disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Penyakit ini bisa mulai menyerang bibit cabai muda yang baru tumbuh hingga bibit cabai siap tanam. Gejala penyakit layu bakteri adalah tanaman muda atau bibit tiba-tiba layu dimulai dari pucuk tanaman, selanjutnya seluruh bagian tanaman layu hingga akhirnya mati. Jika tidak segera diatasi penyakit ini dapat menular kebibit lainnya.

Cara pencegahan dan pengendalian ;

a). Media untuk penyemaian menggunakan lapisan sub soil (1,5-2 m di bawah permukaan tanah), pupuk kandang matang yang halus dan pasir kali pada perbandingan 1:1:1.

b). Campuran media ini disterilkan dengan cara dikukus selama 2 jam untuk memamtikan bakteri yang ada pada media.

c). Menggunakan benih varietas unggul yang tahan layu bakteri.

d). Merendam benih menggunakan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobakteri)

e). Semaian yang terinfeksi penyakit harus dicabut dan dimusnahkan, media tanah yang terkontaminasi dibuang.

f). Naungan persemaian secara bertahap dibuka agar matahari masuk dan tanaman menjadi lebih kuat.

g). Menutup persemaian dengan atap plastik transparan untuk menghindari siraman air hujan. Tujuannya agar media semai tidak terlalu lembab atau becek.

h). Penggunaan fungisida/bakterisida selektif dengan dosis batas terendah.

2. Penyakit REBAH KECAMBAH / REBAH SEMAI (Dumping off)

Penyakit rebah kecambah atau rebah semai disebabkan oleh beberapa jenis cendawan, yaitu Pythium spp, Fusarium spp, Phytophthora spp dan Colletotrichum spp. Penyakit ini mulai menyerang pada benih sebelum berkecambah hingga benih dewasa siap tanam. Gejala terlihat jika terdapat benih cabai yang gagal tumbuh, benih berwarna hitam dan membusuk, biji yang sudah berkecambah mati secara tiba-tiba. Pada benih dewasa terlihat pertumbuhan semaian yang kerdil karena batang bawah atau leher akar membusuk dan mengering. Pada bedengan persemaian nampak kebotakan kecambah atau semaian cabai secara sporadis dan menyebar tidak beraturan.

Cara engendalian dan pencegahan ;

a). Media untuk penyemaian menggunakan lapisan sub soil (1,5-2 m di bawah permukaan tanah), pupuk kandang matang yang halus dan pasir kali pada perbandingan 1:1:1.

b). Campuran media ini disterilkan dengan cara dikukus selama 2 jam untuk memamtikan cendawan yang mungkin ada pada media.

c). Menggunakan benih varietas unggul yang tahan penyakit jamur.

d). Merendam benih menggunakan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobakteria) dan Trichoderma, sp

e). Semaian yang terinfeksi penyakit harus dicabut dan dimusnahkan, media tanah yang terkontaminasi dibuang.

f). Naungan persemaian secara bertahap dibuka agar matahari masuk dan tanaman menjadi lebih kuat.

g). Menutup persemaian dengan atap plastik transparan untuk menghindari siraman air hujan. Tujuannya agar media semai tidak terlalu lembab atau becek. Media yang lembab adalah tempat yang disukai jamur untuk tumbuh dan berkembang biak.

h). Penggunaan fungisida dosis rendah dengan cara disemprotkan kepersemaian hingga membasahi media semai

3. Penyakit MOSAIK VIRUS

Penyakit mosaik belang kuning atau klorosis disebabkan oleh Potato Virus (PVY), CMV atau Tobacco Etch Virus (TEV), atau TMV. Gejala terlihat pada daun tanaman muda, yaitu warna daun belang kuning atau klorosis. Penyakit ini menular melalui hama vektor, yaitu kutu kebul dan kutu daun. Belum ditemukan bahan aktif yang mampu membunuh virus tersebut, salah satu cara pengendaliannya adalah mengendalikan vektornya agar virus tidak menyebar ketanaman lainnya.

Cara pengendalian dan pencegahan ;

a). Media untuk penyemaian menggunakan lapisan sub soil (1,5-2 m di bawah permukaan tanah), pupuk kandang matang yang halus dan pasir kali pada perbandingan 1:1:1.

b). Campuran media ini disterilkan dengan cara dikukus selama 2 jam untuk memamtikan cendawan yang mungkin ada pada media.

c). Menggunakan benih varietas unggul tahan virus.

d). Merendam benih menggunakan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobakteri) dan Trichoderma, sp agar bibit yang tumbuh menjadi kuat dan tahan terhadap penyakit

e). Semaian yang terinfeksi penyakit harus dicabut dan dimusnahkan, media tanah yang terkontaminasi dibuang.

f). Penyemprotan akarisida sejak sebelum bibit terserang untuk mematikan hama vektor pembawa virus, yaitu kutu kebul dan kutu daun.

Demikian “Jenis-jenis Hama Penyakit Persemaian Cabai serta Cara Pengendaliannya” Semoga bermanfaat….

Salam mitalom !!!

loading...
Loading...