Pisang Kepok Tanjung, Varietas Unggul Pisang Tanpa Jantung dan Tahan Penyakit Layu

Pisang Kepok Tanjung – Varietas Pisang Unggul Tanpa Jantung

Pisang Varietas Unggul Tanpa Jantung

Pisang kepok tanjung (litbang.pertanian.go.id)


Artikel – Ketika kita mendengar kata pisang tentu saja akan terlintas pula jantung pisang, yaitu bunga jantan dari tanaman pisang. Pisang dan jantung memang tidak bisa dipisahkan, kalau ada pisang pasti sebelumnya ada jantung dan rasanya sangat tidak mungkin jika pisang berbuah tanpa jantung. Jantung pisang adalah bunga jantan dari tanaman pisang, bentuknya mirip dengan organ jantung, terdiri dari susunan kelopak-kelopak berwarna merah hati/merah tua kehitaman yang didalam setiap kelopak terdapat bakal buah pisang. Jantung pisang muncul ketika tanaman memasuki masa produktif yaitu ketika pertumbuhan pupus daun terhenti dan digantikan dengan keluarnya jantung pisang. Kelopak jantung secara bertahap akan gugur satu persatu dan bakal buah perlahan tumbuh dan berkembang menjadi buah pisang.

Namun percayakah anda jika ada varietas pisang yang tidak memiliki jantung? Lalu bagaimana mungkin tanaman pisang bisa berbuah tanpa jantung ? Pada tanggal 23 Januari 2009 yang lalu Kementrian Pertanian Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 378/Kpts/SR.120/1/2009 melakukan pelepasan varietas pisang unggul yang diberi nama “Pisang Kepok Tanjung“. Kata “Tanjung” adalah singkatan dari “Tanpa jantung“. Varietas pisang kepok tanpa jantung ini merupakan terobosan yang dilakukan untuk meningkatkan produksi pisang nasional, meningkatkan konsumsi dan perdagangan pisang di Indonesia.

Dikutip dari litbang.pertanian.go.id, menurut ahli tanaman pisang dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Badan Litbang Pertanian, Dr. Catur Hermanto, Pisang Kepok Tanjung berasal dari pulau Seram, Maluku. Tepatnya adalah dari Desa Makariki, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Pisang kepok tanjung memiliki nama lokal pisang Sepatu Amora.

Varietas pisang ini pertamakali diperoleh pada tahun 1996 silam. Beliau yang juga merupakan kepala balitbu ini menyampaikan, untuk mendorong pengembangannya, Balitbu Tropika bekerja sama dengan pemerintah daerah juga menanam pohon induk, diantaranya adalah BBI Loa Janan, Kalimantan Timur, disamping juga mengoptimalkan laboratorium kultur jaringan untuk menyediakan bibit pisang Kepok Tanjung ini.

Salah satu keunggulan pisang ini adalah tidak mempunyai jantung, dengan demikian tidak diperlukan lagi pekerjaan membuang jantung seperti pada tanaman pisang pada umumnya. Pembuangan jantung dilakukan untuk mencegah penularan penyakit layu bakteri secara alami yang disebarkan oleh serangga.Keunggulan lainnya, tidak seperti pisang kepok lainnya yang terasa asam, varietas ini manis dengan kandungan total padatan terlarut (TSS) sebesar 2930% Brix.Inilah, salah satu bukti, bahwa Indonesia adalah negara mega diversity untuk buah-buahan tropika.

Baca juga  Foto - foto Kerusakan Kebun BAWANG DAUN di Majalengka Akibat Selfie

Varietas Kepok Tanjung berasal dari Pulau Seram, tepatnya di Desa Makariki, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. Bobot buah pertandan 15-25 kg, jumlah sisir per tandan -17 dengan jumlah buah per sisir 13-18.Buah per tandan 150-250, panjang buah 10-17 cm, diameter buah 3,0-5,0 cm, warna kulit buah matang kuning, warna daging buah matang kuning orange, tekstur buah kenyal, bobot satu buah 125-170 g.Pisang ini memiliki cita rasa daging buah manis (pisang olah) serta daya simpan pada suhu kamar 15-21 hari, dan potensi hasil per ha/tahun 20-30 ton.

Varietas Pisang Tahan Layu Fusarium

Gambar buah pisang kepok tanjung (litbang.pertanian.go.id)


Salah satu provinsi yang giat mengembangkan komoditas Pisang Kepok Tanjung adalah Kalimantan Timur. Varietas kepok tanjung yang dikembangkan berasal dari Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Dahulu Provinsi Kalimantan Timur adalah sentra penghasil komoditi pisang kepok lokal (Kaltim). Pisang kepok kaltim sempat menjadi primadona dan dikirim keberbagai wilayah di Indonesia, terutama pulau Jawa. Namun setelah beberapa sentra produksi pisang di Kutai Timur terserang penyakit layu fusarium, produksi pisang menurun drastis dan aktivitas kegiatan ekonomi rakyat ini terhenti.

Untuk mengembalikan kejayaan Provinsi Kalimantan Timur sebagai sentra penghasil pisang kepok di Indonesia, BPTP Kaltim berinisiatif untuk mengembangkan varietas pisang kepok yang tahan penyakit layu, yaitu Pisang Kepok Tanjung. Pengembangan pisang Kepok Tanjung ini telah disebar ke beberapa kabupaten/kota terutama di kecamatan Kaliorang Kabupten Kutai Timur yang mulai tumbuh menjadi sentra produksi buah pisang. Sebelum penyebaran bibit, tentulah telah dilakukan sejumlah penelitian tentang ketahanan pohonnya.

Dikatakan oleh Moh. Chary Setiadi, peneliti sekaligus penyuluh lapangan BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Kaltim, varietas pisang kepok tanjung ini memiliki keunggulan tahan terhadap penyakit layu. Selama ini pisang Kepok Kaltim sempat menjadi primadona untuk dikirim ke pulau Jawa karena produksinya yang melimpah, harganya murah dan memiliki nilai ekonomis tinggi setelah diolah menjadi berbagai produk.

Baca juga  Penyebab Daun Cabai Keriting
Deskripsi Pisang Varietas Kepok Tanjung
Asal : Desa Makariki. Kec Amahai. Kab. Maluku Tengah. Prov Maluku
Silsilah : seleksi masa positif
Golongan varietas : klon
Tinggi tanaman : 3.5 – 4.0 m
Bentuk penampang batang : bulat
Diameter batang : 22 – 25 cm
Warna batang : hijau kekuningan
Bentuk daun : jorong
Ukuran daun : panjang 198-225 cm – lebar 70-80 cm
Warna daun bagian atas : hujau tua
Warna daun bagian bawah : hijau muda buram
Tepi daun : rata
Bentuk ujung daun : lancip
Warna tulang daun : hijau muda
Warna punggung tulang daun : hijau muda buram
Warna pelepah daun : hijau muda berpigmen merah muda
Jumlah daun per tanaman : 8 – 12 helai
Penampang melintang tangkai daun ke-3 : tepi kanal menutup
Bercak pada helai daun tunas air : tidak mempunyai bercak
Umur berbunga : 9-10 bulan dari bibit anakan
Umur panen : 12-13 bulan dari bibit anakan
Bentuk buah : lurus
Bentuk ujung buah : seperti leher botol
Bentuk penampang buah : persegi
Ukuran buah : panjang 10-17 cm – diameter 3-5 cm
Warna buah muda : hijau
Warna buah masak : kuning
Ketebalan kulit buah : 3-4 mm
Warna daging buah : kuning oranye
Rasa daging buah : manis
Aroma : khas kepok
Kadar gula : 29-30 derajat brix
Kandungan vitamin C : 23 mg/100 gram
Berat per buah : 125-170 gram
Panjang tangkai buah : 2-2.2 cm
Jumlah buah per sisir : 13-18 buah
Jumlah sisir per tandan : 9-17 sisir
Jumlah buah per tandan : 150-250 buah
Berat buah per tandan : 15-25 kg
Panjang tandan : 60-75 cm
Posisi tandan : membentuk sudut 45 derajat
Jumlah anakan per rumpun : 3-5 anakan
Persentase bagian buah yang dapat dikonsumsi : 70-75%
Daya simpan buah pada suhu kamar (27 derajat celcius : 15-21 har setelah panen
Hasil buah : 20-30 ton/ha
Baca juga  Penyakit Hawar Daun Pada Tanaman Padi

Keunggulan Varietas Pisang Kepok Tanjung

Varietas pisang kepok tanpa jantung ini kedepannya akan terus dikembangkan dan diharapkan penemuan varietas pisang unggul ini mampu menjawab tantangan untuk menjadikan Indonesia swasembada pisang dan sentra penghasil pisang kepok. Dengan penemuan pisang kepok tanjung ini petani tidak lagi risau dengan penyakit layu yang dapat menyebabkan kegagalan panen. Penelitian yang telah lama dilakukan Kementrian Pertanian melalui Balitbangtan menunjukkan varietas ini memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan jenis pisang kepok lainnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pada tahun 2009 yang lalu Kementan melepas pisang Kepok Tanjung sebagai varietas unggul dan diharapkan dapat dikembangkan diseluruh wilayah di Indonesia. Berikut ini beberapa keunggulan yang dimiliki varietas Pisang Kepok Tanjung ;

1. Varietas Pisang Kepok Tanjung tahan terhadap serangan penyakit layu fusarium,
2. Varietas Pisang Kepok Tanjung tahan terhadap serangan penyakit layu bakteri,
3. Varietas ini adalah jenis pisang kepok yang tidak memiliki jantung sehingga akan mengurangi secara alami penularan penyakit layu bakteri yang disebarkan oleh serangga,
4. Daging buahnya berwarna kuning oranye dan rasanya lebih manis jika dibandingkan dengan jenis pisang kepok lainnya,
5. Memiliki adaptasi yang baik di dataran rendah hingga menengah,
6. Produksi tinggi, mampu menghasilkan buah pisang 20 hingga 30 ton dalam 1 hektar,
7. Daya simpan buah lebih lama, yaitu mampu bertahan 15 hingga 21 hari setelah panen,
8. Hemat waktu dan tenaga perawatan karena tidak memerlukan pembuangan jantung.

Demikian tentang “Pisang Kepok Tanjung” variets pisang unggul tanpa jantung, semoga bermanfaat….

Salam mitalom !!!

Loading...