Pemupukan Susulan Tanaman Semangka

Dosis dan Cara Pemberian Pupuk Susulan Tanaman Semangka

Pupuk dan Pemupukan – Untuk teknik pemupukan semangka yang dibudidayakan dengan mulsa plastik, ada pendapat bahwa pupuk hanya diberikan sekaligus pada saat pengolahan lahan. Atau biasa disebut dengan pupuk dasar. Namun mitalom punya cara yang berbeda, walaupun sedikit ribet dan tidak praktis. Pemupukan ala mitalom adalah pemupukan dasar dan pemupukan susulan yang diberikan setiap 4 hari sekali yang dilakukan sampai usia 50 HST. Memang banyak menyita waktu dan tenaga, namun berdasarkan pengalaman mitalom cara ini memberikan hasil yang maksimal dibanding dengan pemupukan sekaligus.

Tanaman Semangka

Tanaman Semangka


Berikut adalah cara dan dosis pemupukan tanaman semangka Berbiji dan semangka Non Biji (Ala mitalom) :

PUPUK DASAR

– Pupuk dolomit dengan dosis sesuai pH tanah, diberikan pertamakali, yaitu 7 – 10 hari sebelum pemupukan dasar lainnya (tidak boleh bersamaan dengan pupuk kalium)
– Pupuk kandang sebanyak 1 – 1,5 kg/tanaman
– Pupuk TSP/SP36, KCl dan ZA sebanyak 100 gr/tanaman (perbandingan 2 : 1 : 1)
– Pupuk dasar diberikan 10 – 15 hari sebelum penanaman

PUPUK SUSULAN

A. Semangka Berbiji

1. Pupuk Susulan I :
Pupuk NPK 16-16-16 dilakukan pada usia 10 HST dengan dosis 5 gr/tanaman. Dilarutkan dengan 300 ml air dan dikocorkan pada pangkal batang.

2. Pupuk Susulan II :
Pupuk ZA dilakukan pada usia 14 HST dengan dosis 10 gr/tanaman. Dilarutkan dengan 400 ml air dan dikocorkan pada pangkal batang.

3. Pupuk Susulan III :
Pupuk NPK dan ZA (perbandingan 1 : 2) dilakukan pada usia 18 HST dengan dosis 15 gr/tanaman. Dilarutkan dengan 600 ml air dan dikocorkan pada tanaman.

4. Pupuk Susulan IV :
Pupuk TSP, ZA dan KCl (perbandingan 2 : 2 : 1) dilakukan pada usia 22 HST dengan dosis 50 gr/lubang. Dilarutkan dengan 500 ml air dan dikocorkan pada lubang diantara tanaman (lubang yang dibuat ditengah-tengah antara 2 tanaman). Atau ditaburkan jika kondisi memungkinkan (tanah basah atau pada musim hujan)

Baca juga  Pemupukan Susulan Tanaman Cabe

5. Pupuk Susulan V :
Pupuk TSP, ZA dan KCl (perbandingan 3 : 2 : 2) dilakukan pada usia 26 HST dengan dosis 70 gr/lubang. Dilarutkan dengan 500 ml air dan dikocorkan pada lubang yang dibuat ditengah-tengah antara 2 tanaman. Atau dapat ditaburkan jika kondisi tanah basah/hujan.

6. Pupuk Susulan VI :
Pupuk TSP, KCl dan ZA (perbandingan 4 : 2 : 2) dilakukan pada usia 30 HST dengan dosis 80 gr/lubang. Dilarutkan dengan 500 ml air dan dikocorkan pada lubang yang dibuat ditengah-tengah antar 2 tanaman. Atau ditaburkan jika kondisi tanah basah/hujan.

7. Pupuk Susulan VII :
Pupuk TSP, KCl dan ZA (perbandingan 5 : 3 : 2) dilakukan pada usia 34 HST dengan dosis 100 gr/lubang. Dilarutkan dengan air 500 ml dan dikocorkan pada lubang yang dibuat ditengah-tengah antara 2 tanaman. Atau ditaburkan jika kondisi tanah basah/hujan.

8. Pupuk Susulan VIII :
Pupuk TSP, KCl dan ZA (perbandingan 5 : 3 : 2) dilakukan pada usia 34 HST dengan dosis 100 gr/lubang. Dilarutkan dengan air 500 ml dan dikocorkan pada lubang yang dibuat ditengah-tengah antara 2 tanaman. Atau ditaburkan jika kondisi tanah basah/hujan.

9. Pupuk Susulan IX :
Pupuk NPK 15 dan KCl (perbandingan 1 : 1) dilakukan pada usia 38 HST dengan dosis 120 gr/lubang. Dilarutkan dengan air 500 ml dan dikocorkan pada lubang ditengah-tengah antara 2 tanaman. Atau ditaburkan jika kondisi tanah basah/hujan.

10. Pupuk Susulan X :
Pupuk NPK 15 dan KCl (perbandingan 1 : 1) dilakukan pada usia 42 HST dengan dosis 140 gr/lubang. Dilarutkan dengan 750 ml air dan dikocorkan pada lubang antara 2 tanaman.

11. Pupuk Susulan XI :
Pupuk KCl dengan dosis 150 gr/lubang. Dilarutkan dengan 1 l air dan dikocorkan pada lubang diantara 2 tanaman. Pemupukan terakhir ini dilakukan pada usia 50 HST.

B. Semangka Non Biji

Baca juga  Gejala Kekurangan dan Kelebihan Unsur Hara Makro

1. Pupuk Susulan I :
Pupuk NPK 16-16-16 dilakukan pada usia 10 HST dengan dosis 5 gr/tanaman. Dilarutkan dengan 300 ml air dan dikocorkan pada pangkal batang.

2. Pupuk Susulan II :
Pupuk ZA dilakukan pada usia 14 HST dengan dosis 10 gr/tanaman. Dilarutkan dengan 400 ml air dan dikocorkan pada pangkal batang.

3. Pupuk Susulan III :
Pupuk NPK dan ZA (perbandingan 1 : 2) dilakukan pada usia 18 HST dengan dosis 15 gr/tanaman. Dilarutkan dengan 600 ml air dan dikocorkan pada tanaman.

4. Pupuk Susulan IV :
Pupuk TSP, ZA dan KCl (perbandingan 2 : 2 : 1) dilakukan pada usia 22 HST dengan dosis 50 gr/lubang. Dilarutkan dengan 500 ml air dan dikocorkan pada lubang diantara tanaman (lubang yang dibuat ditengah-tengah antara 2 tanaman). Atau ditaburkan jika kondisi memungkinkan (tanah basah atau pada musim hujan)

5. Pupuk Susulan V :
Pupuk NPK, ZA dan KCl (perbandingan 3 : 2 : 2) dilakukan pada usia 26 HST dengan dosis 70 gr/lubang. Dilarutkan dengan 500 ml air dan dikocorkan pada lubang yang dibuat ditengah-tengah antara 2 tanaman. Atau dapat ditaburkan jika kondisi tanah basah/hujan.

6. Pupuk Susulan VI :
Pupuk NPK, KCl dan ZA (perbandingan 4 : 2 : 2) dilakukan pada usia 30 HST dengan dosis 80 gr/lubang. Dilarutkan dengan 500 ml air dan dikocorkan pada lubang yang dibuat ditengah-tengah antar 2 tanaman. Atau ditaburkan jika kondisi tanah basah/hujan.

7. Pupuk Susulan VII :
Pupuk NPK, KCl dan ZA (perbandingan 5 : 3 : 2) dilakukan pada usia 34 HST dengan dosis 100 gr/lubang. Dilarutkan dengan air 500 ml dan dikocorkan pada lubang yang dibuat ditengah-tengah antara 2 tanaman. Atau ditaburkan jika kondisi tanah basah/hujan.

8. Pupuk Susulan VIII :
Pupuk NPK, KCl dan ZA (perbandingan 5 : 3 : 2) dilakukan pada usia 34 HST dengan dosis 100 gr/lubang. Dilarutkan dengan air 500 ml dan dikocorkan pada lubang yang dibuat ditengah-tengah antara 2 tanaman. Atau ditaburkan jika kondisi tanah basah/hujan.

Baca juga  Fungsi Pupuk KCL

9. Pupuk Susulan IX :
Pupuk NPK 15 dan KCl (perbandingan 1 : 1) dilakukan pada usia 38 HST dengan dosis 120 gr/lubang. Dilarutkan dengan air 500 ml dan dikocorkan pada lubang ditengah-tengah antara 2 tanaman. Atau ditaburkan jika kondisi tanah basah/hujan.

10. Pupuk Susulan X :
Pupuk NPK 15 dan KCl (perbandingan 1 : 1) dilakukan pada usia 42 HST dengan dosis 140 gr/lubang. Dilarutkan dengan 750 ml air dan dikocorkan pada lubang antara 2 tanaman.

11. Pupuk Susulan XI :
Pupuk KCl dengan dosis 150 gr/lubang. Dilarutkan dengan 1 l air dan dikocorkan pada lubang diantara 2 tanaman. Pemupukan terakhir ini dilakukan pada usia 50 HST.

Cara pemupukan antar satu petani dengan petani yang lain boleh saja berbeda, tergantung pengalaman masing-masing. Namun yang perlu digaris bawahi adalah penggunaan pupuk TSP/SP36 pada semangka Non Biji tidak boleh berlebihan. Dengan kata lain dosisnya tidak sama atau lebih sedikit daripada semangka berbiji. Jika kebanyakan TSP/SP36, maka semangka Non Biji akan menjadi berbiji.

Semoga bermanfaat…

Salam mitalom !!!

loading...