Panduan Lengkap Cara Budidaya Pembesaran Ikan Mas di Kolam Tanah

Cara Budidaya Ikan Mas

Cara Mudah Budidaya Ikan Mas yang Baik dan Benar

Budidaya ikan mas (Foto : bibitikan.net)

Budidaya Perikanan – Ikan mas (Cyprinus carpio) yang dikenal juga dengan sebutan ikan karper merupakan salah satu jenis ikan konsumsi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Jenis ikan budidaya dari keluarga Cyprinidae ini adalah ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ikan mas yang terdapat di Indonesia konon berasal dari Jepang, Taiwan, China dan Eropa. Tidak diketahui dengan pasti kapan dan siapa yang pertamakali memperkenalkan ikan mas ke Indonesia. Sebuah sumber menyebutkan ikan mas ini sudah dibudidayakan oleh masyarakat Ciamis, Jawa Barat sejak tahun 1860, tetapi sumber lain menyebutkan ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920-an. Di Indonesia ikan mas memiliki beberapa nama daerah atau nama lokal, yaitu ikan kancra, ikan ameh, ikan tombro, ikan rayo, ikan tikeu, atau ikan raja.

Jenis-jenis Ikan Mas di Indonesia

 

Secara garis besar, ikan mas dikelompokkan menjadi 2 jenis, yakni ikan mas konsumsi dan ikan mas hias. Untuk jenis ikan mas konsumsi sampai saat ini setidaknya terdapat 10 jenis. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut ;

a).    Ikan mas lokal, ikan mas jenis ini diduga berasal dari perkawinan silang beberapa ras yang tidak terkontrol sehingga ciri-cirinya tidak dapat diidentifikasi. Tetapi justru ikan mas jenis ini yang paling dikenal oleh masyarakat dan banyak dibudidayakan hingga saat ini.

b).    Ikan mas majalaya, ciri-ciri : tubuh relatif pendek, punggung membungkuk dan lancip, sisik hijau kebau-abuan, relatif jinak dan suka berada dipermukaan air.

c).    Ikan mas taiwan, ciri-ciri : tubuh memanjang, sisik hijau kekuningan/kuning kemerahan, dan sangat responsif ketika diberi pakan.

d).    Ikan mas yamato, ciri-ciri : tubuh memanjang, dan warna sisik hijau kecoklatan

e).    Ikan mas punten, ciri-ciri : bentuk tubuhnya bulat pendek, sisik hijau gelap, mata menonjol, jinak dan gerakannya lambat.

f).    Ikan mas merah, ciri-ciri : tubuh relatif memanjang, sisik merah keemasan, mata agak menonjol dan gerakannya sangat aktif.

g).    Ikan mas putri yogya atau sinyonya, ciri-ciri : tubuh memanjang, sisik kuning muda, mata sipit pada ikan dewasa, dan lebih jinak dai pada ikan mas punten.

Cara Budidaya Ikan Mas di Kolam Tanah

Masyarakat Indonesia sangat familiar dengan ikan air tawar yang satu ini, saya kira tidak ada yang tidak kenal dengan ikan mas. Hingga saat ini ikan mas masih diminati, selain tekstur dagingnya yang lembut serta rasanya yang lezat harga ikan mas juga sangat terjangkau. Ikan mas mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional maupun supermarket, hal ini membuktikan peluang usaha budidaya ikan mas masih terbuka lebar. Berikut ini langkah-langkah dan tahapan budidaya ikan mas :

1.    Syarat dan Kondisi Lingkungan Ideal Untuk Ikan Mas

Tempat yang ideal untuk budidaya ikan mas adalah daerah yang berada pada ketinggian 150 – 600 meter diatas permukaan laut (mdpl). Habitat yang disukai ikan mas adalah perairan air tawar yang memiliki arus lambat (tidak terlalu deras) dan tidak terlalu dalam. Namun kadang-kadang ikan mas juga ditemukan di muara sungai atau perairan payau dengan kadar garam antara 25 – 30%. Suhu air yang yang ideal dan baik untuk menunjang pertumbuhan ikan mas antara 25-30 derajat celcius. Di alam, makanan yang disukai ikan mas adalah binatang renik yang terdapat disekitar habitatnya. Ikan mas juga menyukai tumbuhan sebagai makanannya, karena ikan ini termasuk jenis omnivora.

2.    Membuat Kolam Untuk Budidaya Ikan Mas

Langkah awal yang harus dilakukan dalam memulai usaha budidaya ikan mas adalah mempersiapkan tempat hidup atau kolam yang akan digunakan untuk memelihara dan membesarkan ikan. Jenis dan bentuk kolam untuk budidaya ikan mas bermacam-macam, bisa kolam tanah, kolam tembok, kolam terpal atau keramba (jaring apung). Tetapi pada kesempatan ini kita hanya akan mengulas tentang cara budidaya ikan mas di kolam tanah yang berair tenang. Untuk cara budidaya ikan mas di kolam terpal dan jaring apung akan dibahas secara khusus pada artikel selanjutnya.

Sebelum memulai membuat kolam, tentukan terlebih dahulu lokasi atau lahan dimana kolam akan dibuat. Pastikan bahwa sumber air dapat dengan mudah menjangkau tempat tersebut. Kemudian setelah menentukan lokasi mulailah menggali tanah untuk membuat kolam. Ukuran atau luas kolam disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa ukuran kolam ideal untuk budidaya ikan masa adalah 4 x 6 m, 6 x 8 m atau 5 x 10 meter, tetapi menurut saya yang paling bijak adalah membuat kolam sesuai dengan lahan yang tersedia. Sebaiknya kolam jangan terlalu luas supaya mudah dalam melakukan pengontrolan dan pemeliharaan ikan.

Untuk jenis tanah liat berpasir tanggul kolam dibuat menggunakan tanah, sedangkan jika jenis tanahnya gembur tanggul sebaiknya dibuat menggunakan tembok agar tidak longsor. Kedalaman kolam yang ideal untuk ikan mas antara 120 cm – 150 cm. Dasar kolam dicangkul supaya gembur.

3.    Persiapan Kolam Budidaya Ikan Mas

Setelah selesai dibuat, kolam tidak serta merta bisa langsung diisi air dan bibit ikan mas. Perlu waktu beberapa minggu sampai kolam benar-benar siap untuk digunakan. Berikut ini tahap-tahap dalam mempersiapkan kolam tanah untuk budidaya ikan mas ;

a).    Penjemuran kolam

Setelah selesai digali lakukan penjemuran kolam, yakni dengan cara membiarkan kolam selama beberapa hari hingga kering. Waktu yang diperlukan untuk penjemuran tergantung cuaca, bisa 3 – 5 hari. Penjemuran ini dilakukan dengan tujuan supaya mikroorganisme penyebab penyakit yang kemungkinan ada didalam tanah tersebut mati.

b).    Pengapuran kolam

Tujuan melakukan pengapuran kolam adalah untuk menetralkan pH tanah. Jika pH-nya rendah kolam tersebut tidak baik untuk budidaya ikan. pH yang ideal bagi perkembangan ikan adalah netral, yaitu antara 7 – 8.

c).    Pemupukan kolam

Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik, misalnya kotoran ternak sapi, kerbau, kambing, ayam atau kotoran ternak lainnya. Jika diperlukan bisa juga ditambah deengan pupuk kimia. Untuk lebih jelasnya silahkan baca disini : ” Persiapan Kolam Untuk Budidaya Pembesaran Ikan ”

4.    Pengisian Air Kolam Untuk Budidaya Ikan Mas

Setelah tahap-tahap persiapan kolam diatas selesai dilakukan selanjutnya kolam diisi air. Untuk tahap awal kolam diisi air dengan ketinggian 50 – 60 cm. Dengan kedalaman tersebut sinar matahari sampai kedasar kolam sehingga pakan alami dapat tumbuh dengan baik. Setelah diisi air, benih ikan belum bisa ditebar kedalam kolam. Tetapi dibiarkan terlebih dahulu selama kurang lebih 1 minggu atau lebih supaya suhu dan pH air stabil. Jika air sudah berwarna kehijauan benih ikan mas bisa ditebar. Selanjutnya volume air ditambah secara bertahap sesuai dengan pertumbuhan ikan mas.

5.    Mempersiapkan Benih Ikan Mas

Cara Menebar benih Ikan Mas yang Baik dan Benar

Benih/bibit ikan mas siap tebar

Sambil menunggu kolam siap digunakan untuk kegiatan budidaya, hendaknya benih mulai dipersiapkan. Untuk pemula benih bisa diperoleh dengan membelinya dari penjual benih ikan. Saat ini banyak sekali pelaku usaha pembenihan berbagai jenis ikan, termasuk ikan mas. Namun hati-hati saat membeli benih, sebab banyak juga penjual benih nakal yang tidak jujur. Agar budidaya ikan mas berjalan dengan baik dan sukses pilihlah benih yang berkualitas. Benih berkualitas artinya adalah benih ikan yang sehat, tidak cacat, tidak berpenyakit dan jelas asal-usulnya. Benih ikan mas yang siap untuk dibudidayakan dikolam pembesaran umumnya benih yang panjang tubuhnya sudah berukuran 10 – 12 cm (sekitar 80 – 100 gr/ekor).

Saat akan mencari benih sebaiknya carilah referensi sebanyak-banyaknya, bisa dari teman atau sumber lain. Pastikan bahwa penjual benih tempat anda membeli adalah penjual yang terpercaya. Tetapi jika anda sudah cukup memiliki pengetahuan tentang budidaya ikan serta cara pembenihan, alangkah baiknya jika kita membuat benih sendiri. Selain lebih hemat pengeluaran, benih hasil pemijahan sendiri sudah pasti jelas asal-usul dan kualitasnya.

6.    Cara Menebar Benih Ikan Mas di Kolam Pembesaran

Penggunaan benih ikan mas yang bobot tubuhnya sudah mencapai 80 – 100 gram dapat menekan angka kematian benih di kolam pembesaran. Sebab benih tersebut sudah cukup kuat untuk dibesarkan dan resiko kerugian bisa diminimalisir. Kepadatan tebar atau kapasitas kolam budidaya ikan masa idealnya adalah 2 – 3 ekor per meter persegi. Benih yang digunakan sebaiknya memiliki ukuran tubuh yang sama agar pertumbuhan ikan seragam. Benih ikan mas hendaknya tidak langsung ditebar atau dimasukkan ke kolam pembesaran, tetapi perlu dilakukan penyesuaian terlebih dahulu. Hal ini dilakukan supaya benih ikan tidak stres dan mati serta untuk menghindari kerugian. Berikut ini cara menebar benih ikan mas di  kolam pembesaran agar tidak stres dan mati ;

a).    Benih dari penampungan dimasukkan kedalam wadah baskom atau bak,
b).    Kemudian wadah dimiringkan sambil dicelupkan kedalam air kolam,
c).    Biarkan air kolam sedikit demi sedikit bercampur dengan air didalam wadah,
d).    Lakukan cara tersebut selama kurang lebih 1 jam supaya ikan dapat beradaptasi dengan air kolam,
e).    Biarkan benih ikan mas bergerak dan masuk ke dalam kolam dengan sendirinya.

7.    Jadwal, Dosis dan Cara Pemberian Pakan Ikan Mas

Pakan merupakan asupan atau makanan yang wajib diberikan untuk menunjang kelangsungan hidup ikan mas. Pakan yang baik adalah pakan yang mengandung protein, karbohidrat, mineral dan vitamin dalam jumlah yang seimbang. Pakan utama yang baik untuk ikan masa yaitu pelet yang memiliki kadar protein setidaknya 25%. Berikut ini wapktu, jadwal dan dosis pakan untuk ikan mas ;

a).    Pakan diberikan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang dan sore hari.
b).    Pakan utama berupa pelet diberikan sebanyak 3 – 4 % dari bobot tubuh ikan.
c).    Setiap 2 minggu ambil sampel secara acak beberapa ekor ikan dan timbang bobot tubuh ikan tersebut untuk menentukan dosis pemberian pakan.
d).    Lakukan penimbangan tubuh ikan setiap 2 minggu sampai ikan siap panen.
e).    Ikan mas biasanya dapat dipanen pada usia 2 – 3 bulan terhitung sejak benih ditebar. Atau disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan pasar.

8.    Pengelolaan Air Kolam Ikan Mas

Air merupakan habitat utama bagi ikan, oleh sebab itu kondisi air harus dijaga supaya ikan tetap sehat dan dapat tumbuh serta berkembang dengan normal. Perhatikan selalu kebersihan air kolam, jika air terlihat kotor atau berbau segera ganti dengan air yang bersih. Pemberian pakan hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan, sebab sisa-sisa pakan yang tidak habis dimakan ikan dapat menyebabkan air menjadi kotor. Hal ini juga dapat memicu tumbuhnya bakteri penyebab penyakit pada ikan.

Cara mengganti air kolam yaitu dilakukan dengan cara membuang 50% air kolam yang kotor kemudian disis kembali menggunakan air bersih. Jika kondisi air masih kotor lakukan sekali lagi atau beberapa kali sampai air menjadi bersih.

9.    Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Mas

Gangguan hama dan penyakit merupakan salah satu penyebab utama kegagalan dalam usaha budidaya ikan mas. Jika tidak ditanggulangi dengan tepat, hama dan penyakit bisa mengakibatkan kerugian yang besar. Banyak sekali hama yang sering mengganggu ikan mas, baik hama yang ada di dalam kolam maupun hama yang datang dari luar. Beberapa hama berbahaya bagi ikan mas antara lain ; ular, biawak, burung, linsang, belut, kepiting, ikan gabus dan berbagai serangga lainnya.

Sedangkan jenis-jenis penyakit utama ikan mas antara lain penyakit bintik putih (white spot), kutu ikan, bengkak insang, bengkak badan, cacing kulit, cacing insang, jamur (Saprolegniasis), bakteri (Aeromonas punctata), penyakit gatal (Thricodiniasis), bakteri (Pseudomonas flurescens) dan penyakit yang disebabkan oleh virus yaitu KHV (Koi Herves Virus).

10.    Panen Ikan Mas

Panen ikan mas idealnya dilakukan jika ikan sudah berumur 2 – 3 bualn atau bobot ikan sudah mencapai sekitar 300 – 400 gram per ekor. Atau tergantung dengan kebutuhan dan permintaan pasar. Namun demikian harus diperhitungkan juga nilai ekonomisnya atau untung ruginya. Sebab ikan mas yang sudah berumur lebih dari 3 bulan kebutuhan pakannya semakin banyak sementara pertumbuhan ikan tidak sebanding dengan pakan yang diberikan. Terkecuali jika ikan dibutuhkan untuk keperluan tertentu, misalnya untuk indukan atau untuk dikonsumsi sendiri.

Demikian “Cara Budidaya Ikan Mas di Kolam Tanah” Semoga bermanfaat….

Salam mitalom !!!

loading...