Meningkatkan Produksi Mentimun Dengan Pemangkasan

Pemangkasan Tunas Mentimun

Budidaya – Banyak faktor yang menentukan keberhasilan dalam budidaya mentimun. Faktor-faktor tersebut antara lain, teknik budidaya, varietas yang digunakan, kemampuan menganalisis gejala serangan hama dan penyakit, pengetahuan tentang hama dan penyakit, pengetahuan tentang pupuk dan pemupukan, pengetahuan tentang pestisida dan penggunaannya serta kemampuan menganalisis harga pasar. Jika faktor – faktor tersebut terpenuhi, kemungkinan untuk gagal dapat diminimalisir. Walaupun tidak dapat dipungkiri, bahwa keberhasilan juga ditentukan oleh faktor X atau faktor keberuntungan. Tanaman mentimun termasuk salah satu jenis tanaman yang mudah dibudidayakan. Namun demikian bukan berarti mentimun dapat dibudidayakan dengan asal-asalan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal diperlukan penerapan teknik budidaya yang tepat dan benar.

Salah satu teknik budidaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil adalah dengan melakukan pemangkasan. Pemangkasan terbukti mampu meningkatkan produktifitas secara signifikan. Tidak semua varietas membutuhkan perlakuan pemangkasan, misalnya adalah varietas “Mercy”. Sedangkan varietas “Harmoni”, untuk mendapatkan hasil maksimal disarankan untuk melakukan pemangkasan. Pemangkasan dilakukan pada daun-daun tua yang terserang penyakit serta tunas yang tumbuh pada daun pertama hingga daun ke sepuluh. Pemangkasan dilakukan segera setelah terlihat munculnya tunas pertama dan seterusnya. Bagaimana caranya ?

Teknik Pemangkasan Pada Tanaman Mentimun

1. Pemangkasan Tunas Pertama Hingga Tunas Kelima

Tunas yang muncul pada daun pertama sampai tunas kelima dipangkas seluruhnya. Pemangkasan sebaiknya dilakukan segera setelah munculnya tunas atau maksimal setelah tunas tumbuh sepanjang 10-15 cm. Tunas dipotong pada pangkal ketiak daun. Jika pemangkasan terlambat dilakukan, hal ini dapat mengganggu pertumbuhan batang secara keseluruhan. Lihat Gambar 1 :

manfaat pemangkasan tanaman mentimun

Pemangkasan tunas pertama hingga tunas kelima (Klik gambar untuk memperbesar)

2. Pemangkasan Tunas Keenam Hingga Tunas Kesepuluh

 

Baca juga  Cara Praktis Budidaya Paria (Pare)

Pada tunas keenam hingga tunas kesepuluh, pemangkasan tidak dilakukan secara keseluruhan. Pemangkasan dilakukan dengan menyisakan 3 helai daun dan 1 buah. Jika ada lebih dari satu bakal buah pada ketiga daun tersebut, maka buah yang lain harus dibuang dan sisakan hanya satu buah saja. Lakukan seleksi terlebih dahulu, buah yang disisakan adalah buah yang paling bagus. Lihat Gambar 2.

Teknik pemangkasan tanaman mentimun

Pemangkasan tunas keenam hingga tunas kesepuluh (Klik gambar untuk memperbesar)

3. Pemangkasan Daun Tua dan Terserang Penyakit

Daun-daun tua yang terserang penyakit harus segera dibuang dan dimusnahkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari menularnya penyakit kedaun yang lainnya. Daun yang terserang penyakit dapat ditandai jika terlihat adanya bercak-bercak coklat pada daun serta warna daun yang menguning.

tujuan pemangkasan tanaman mentimun

Pemangkasan Pada Daun Tua dan Terserang Penyakit

Manfaat dan Tujuan Pemangkasan Pada Mentimun

a. Mengurangi persaingan fotosintesis antar daun dan buah, sehingga dapat mengoptimalkan pembentukan buah.
b. Mengurangi bagian cabang yang tidak produktif, sehingga nutrisi dapat terfokus diserap oleh cabang yang produktif.
c. Mengurangi persaingan penyerapan nutrisi antar cabang produktif dan cabang yang tidak produktif. Sehingga tunas-tunas produktif dapat berbuah dengan optimal.
d. Mengurangi daun-daun yang tidak bermanfaat sehingga penyebaran nutrisi dapat optimal dan pertumbuhan buah menjadi lebih optimal.
e. Meningkatkan pertumbuhan cabang-cabang produktif, yaitu cabang yang berada pada daun ke 11 dan seterusnya.
f. Mencegah penyebaran penyakit. Dengan membuang daun-daun yang terserang penyakit, maka penyebaran penyakit dapat diminimalisir. Sehingga tanaman lebih sehat dan dapat berproduksi dengan maksimal.

Tanaman mentimun yang diperlakukan dengan pemangkasan akan lebih produktif jika dibandingkan dengan tanaman yang tidak dipangkas. Cabang-cabang yang tumbuh pada daun pertama sampai daun ke 10 adalah cabang yang tidak produktif. Jika dibiarkan, cabang tersebut akan banyak menyerap nutrisi dan menyebabkan cabang produktif tidak mendapatkan nutrisi dengan sempurna. Sedangkan pemangkasan daun-daun yang terinfeksi penyakit, secara nyata dapat menghindari penyebaran penyakit kedaun-daun yang lain. Semoga bermanfaat…

Baca juga  Rusak Parah !!! Setelah Bunga Lily di Jogja, Kebun BAWANG DAUN di Majalengka Jadi Korban Foto Selfie

Salam mitalom !!!

loading...
Loading...