Mengenal Bentuk Formulasi Pestisida

Formulasi Pestisida

Pestisida – Formulasi pestisida adalah bentuk campuran antara bahan aktif dan bahan tambahan yang digunakan dalam produksi suatu jenis pestisida. Kode formulasi pestisida pada umumnya ditulis dengan 2 atau 3 huruf kapital di akhir merek dagang suatu produk yang didahului dengan angka. Misalnya Curacron 500 EC, Demolish 18 EC atau Antracol 70 WP. Antracol merupakan merk dagang dan angka 70 adalah persentase kadar bahan aktif yang digunakan, sementara WP adalah bentuk formulasi dari pestisida tersebut.

Kode Formulasi Pestisida

Pentingnya Mengetahui Formulasi Pestisida

Walaupun banyak yang menganggap tidak penting, namun akan lebih baik jika kita mengenali formulasi pestisida yang kita beli. Formulasi sangat menentukan bagaimana pestisida dengan bentuk dan komposisi tertentu harus digunakan, berapa dosis atau takaran yang harus digunakan, berapa frekuensi dan interval penggunaan, serta terhadap jasad sasaran apa pestisida dengan formulasi tersebut dapat digunakan secara efektif. Selain itu, formulasi pestisida juga menentukan aspek keamanan penggunaan pestisida dilapangan.

Pestisida diproduksi dengan berbagai macam bentuk formulasi, yang secara garis besar digolongkan menjadi 2 jenis yaitu formulasi padat dan formulasi cair. Berikut ini adalah beberapa jenis formulasi pestisida yang banyak beredar dipasaran :

FORMULASI PADAT

1. WP (Wattable Powder) – merupakan formulasi pestisida yang berbentuk tepung dengan ukuran partikel yang sangat kecil (ukuran partikel beberapa mikron). Formulasi ini biasanya memiliki kadar bahan aktif yang relatif tinggi, antara 50 – 80%. Pestisida dengan formulasi WP jika dilarutkan dengan air akan membentuk suspensi. Aplikasi pestisida WP lazimnya dilakukan dengan penyemprotan.

2. SP (Soluble Powder) – formulasi yang juga berbentuk tepung dan diaplikasikan dengan penyemprotan. Formulasi SP jika dicampur dengan air akan membentuk larutan homogen.

Baca juga  Keunggulan dan Kelebihan Pestisida Abamectin

3. Butiran – formulasi pestisida dengan bentuk butiran seperti pasir. Formulasi ini memiliki kadar bahan aktif yang relatif rendah, sekitar 2%. Pestisida dengan formulasi ini diaplikasikan dengan cara ditaburkan.

4. WG atau WDG (Water Dispersible Granule) – merupakan formulasi pestisida yang berbentuk butiran. Namun aplikasinya dilakukan dengan cara penyemprotan. Formulasi WDG/WG harus diencerkan dengan air terlebih dahulu sebelum digunakan.

5. SG (Soluble Granule) – hampir sama dengan formulasi WG/WDG yang berbentuk butiran. Namun pestisida dengan formulasi SG akan membentuk larutan sempurna jika dicampur dengan air. Aplikasi dengan penyemprotan, dengan melarutkannya terlebih dahulu menggunakan air.

6. Tepung Hembus – merupakan formulasi pestisida yang siap pakai, tidak perlu dicampur dengan air. Aplikasi dilakukan dengan cara dihembuskan (dusting). Formulasi ini memiliki kadar bahan aktif rendah, yaitu 2% dengan ukuran partikel sangat kecil (antara 10 – 30 mikron)

FORMULASI CAIR

1. EC (Emulsifiable Concentrate atau Emulsible Concentrate) – merupakan formulasi pestisida yang berbentuk konsentrat atau pekatan cair dengan kadar bahan aktif yang cukup tinggi. Pestisida dengan formulasi EC menggunakan solvent berbasis minyak, sehingga jika dicampur dengan air akan membentuk emulsi. Emulsi adalah suatau kondisi dimana butiran benda cair yang melayang dalam media cair lainnya. Formulsai EC adalah formulasi yang paling banyak digunakan hingga saat ini.

2. WCS (Water Soluble Concentrate) – Formulasi ini mirip dengan formulasi EC, akan tetapi sistem solvent yang digunakan berbasis air bukan minyak. Oleh sebab itu, formulasi WCS jika dicampur dengan air akan membentuk larutan homogen.

3. AS (Aquaeous Solution) – adalah formulasi pestisida yang sangat mudah dilarutkan dengan air. Karena formulasi ini memiliki sifat kelarutan yang tinggi dalam air.

Baca juga  Tanaman Inang Hama & Penyakit Pada Tanaman Cabe

4. SL (Soluble Liquid) – merupakan formulasi pestisida berbentuk cair yang mudah larut dalam air.

5. ULV (Ultra Low Volume) – merupakan formulasi pestisida yang pada umumnya berbasis minyak. Formulasi ini dibuat khusus untuk penyemprotan dengan volume sangat rendah, antara 1 – 5 liter/hektar.

6. F / FW (Flowable / Flowable in Water) – merupakan formulasi pestisida berbentuk cair yang sangat pekat. Formulasi ini akan membentuk emulsi jika dilarutkan dengan air. Pada dasarnya formulasi F/FW adalah formulasi WP dalam bentuk basah atau dibasahkan.

Mudah-mudahan tulisan ini sedikit banyaknya bisa memberi pemahaman tentang pentingnya mengetahui formulasi pestisida. Semoga bermanfaat…

Salam mitalom !!!

loading...
Loading...