Lanjaran Mempengaruhi Produktifitas Tanaman

Membangun Lanjaran Sesuai Karakteristik Tanaman Untuk Mamaksimalkan Produktifitas

Artikel – Lanjaran adalah sebuah kontruksi sederhana yang berfungsi sebagai penyangga atau penopang tanaman supaya tidak roboh atau ambruk, dan sebagai tempat merambat tanaman. Lanjaran biasanya terbuat dari kayu, bambu atau tali, atau kombinasi dari ketiganya. Tanaman yang memerlukan lanjaran adalah jenis tanaman merambat, misalnya tanaman timun, kacang panjang, pare, gambas, labu, anggur, melon, buncis, merica dan lain sebagainya.

Tidak hanya pada jenis tanaman merambat, tanaman lain seperti cabe dan tomat juga memerlukan lanjaran. Namun lanjaran pada cabe dan tomat hanya berfungsi sebagai penopang bukan sebagai tempat merambat. Lanjaran pada kedua jenis tanaman ini disebut ajir atau tulus.

Meskipun fungsi dari lanjaran untuk semua tanaman adalah sama, yaitu sebagai penopang supaya berdiri kokoh. Namun setiap tanaman memiliki karakter yang berbeda, sehingga memerlukan type atau bentuk kontruksi lanjaran yang berbeda pula. Mengapa demikian….?  sebab bentuk atau tipe lanjaran juga mempengaruhi produktifitas tanaman tersebut. Jika pembuatan lanjaran tidak tepat atau tidak sesuai dengan karakteristik tanaman otomatis produktifitas  tidak maksimal.

Misalnya adalah tanaman pare dan tanaman gambas, tanaman pare memiliki karakteristik percabangan dan ranting yang sangat banyak. Batang tanaman pare mampu tumbuh hingga mencapai panjang 6 meter atau lebih. Buah pare tidak mudah bengkok jika tersangkut bagian lanjaran, tali atau benang. Tanaman pare sangat produktif dengan buah yang banyak. Sehingga diperlukan kontruksi lanjaran yang kokoh, luas atau lebar.

Berbeda dengan tanaman gambas, cabang dan ranting tanaman gambas tidak sebanyak pada tanaman pare. Buah gambas mudah bengkok jika tersangkut bagian lanjaran, bahkan daun sekalipun. Walaupun kedua tanaman ini hampir sama, namun dalam membuat lanjaran ada sedikit perbedaan. Pada tanaman pare pemasangan tali atau benang dibagian atas (para-para) dibuat lebih rapat. Tujuannya adalah supaya kuat menahan beban tanaman dan buah pare yang sangat banyak.

Baca juga  Apa Itu Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) ?

Sementara pada tanaman gambas, benang atau tali dipasang lebih jarang. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko tersangkutnya buah gambas.

Berikut beberapa contoh model lanjaran pada beberapa tanaman yang berbeda :

1.    Kacang Panjang

lanjaran kacang panjang

Salah satu bentuk lanjaran kacang panjang

2.    Melon

lanjaran tanaman melon

Bentuk lanjaran pada tanaman melon

3.    Gambas

lanjaran/para-para tanaman gambas

Lanjaran / para-para tanaman gambas

4.    Timun

budidata mentimun

Lanjaran pada tanaman mentimun

5.    Anggur

tanaman anggur

Bentuk lanjaran pada tanaman anggur

6.    Tomat

lanjaran/ajir tanaman tomat

Lanjaran tanaman tomat dengan menggunakan tali plastik

7.    Pare

pare

Lanjaran Tanaman Pare

8.    Buncis

lanjaran buncis

Lanjaran Tanaman Buncis

9.    Labu Siam/Jipang

Lanjaran / Para-para tanaman labu siam/jipang

Lanjaran / Para-para tanaman labu siam/jipang

10.    Merica

lanjaran merica

Lanjaran pada tanaman merica

Dari beberapa contoh diatas, terlihat perbedaan bentuk dan type lanjaran dari masing-masing tanaman. Hal ini menunjukkan bahwa masing-masing tanaman memerlukan bentuk atau type lanjaran sesuai dengan karakteristiknya. Bayangkan jika lanjaran merica diaplikasikan untuk tanaman gambas, atau lanjaran kacang panjang diaplikasikan untuk tanaman anggur. Apa yang terjadi?

Demikian sekilas tentang lanjaran dari mitalom, semoga bermanfaat…..

Salam mitalom…..

loading...
Loading...