Kenapa Dolomit Tidak Boleh Dicampur Dengan Pupuk Kalium?

Unsur Hara Antagonis

Pupuk dan PemupukanKenapa Pupuk Dolomit tidak boleh dicampur dengan pupuk ZK, KNO3 atau KCl?
Pertanyaan ini sering terlontar dari teman-teman petani kepada mitalom. Mereka mempertanyakan tentang cara mitalom melakukan pemberian pupuk dasar. Menurut mereka cara mitalom tidak efektif dan buang-buang waktu. Katanya cara mereka lebih praktis, hemat waktu dan tenaga. Kebiasaan mereka dan mungkin juga sebagian dari teman-teman pembaca adalah mencampur segala jenis pupuk dan menaburkan sekaligus. Memang cara tersebut adalah cara yang sangat efektif. Karena cukup dengan sekali kerja dan semuanya selesai. Tidak perlu menunggu jeda beberapa hari antara penaburan pupuk yang satu dengan jenis pupuk lainnya.

Dolomit tidak boleh dicampur dengan pupuk ZK, KCl dan KNO3

Dolomit VS Kalium


Namun apakah cara anda itu tepat?
Memang benar, mencampur berbagai jenis pupuk (misalnya dolomit, ZK, KNO3, KCl dll) dan mengaplikasikannya secara bersamaan adalah cara yang paling praktis karena cukup sekali kerja selesai. Maaf, jika mitalom katakan bahwa cara seperti itu kurang tepat. Nah, untuk melakukan pemupukan terutama pupuk dasar alangkah baiknya kita kenali dulu unsur hara apa yang terkandung pada pupuk-pupuk tersebut. Selanjutnya, setelah kita kenali jenis unsur haranya kita cari tahu juga sifat-sifat dari unsur hara tersebut. Sebab antara unsur hara yang satu dan unsur hara lainnya ada yang bersifat sinergis dan ada juga yang bersifat antagonis.

Dalam prakteknya pupuk dolomit tidak dianjurkan dicampur dengan pupuk ZK, KNO3 maupun KCl. Unsur Ca dan Mg pada dolomit bersifat antagonis dengan unsur Kalium yang terkandung pada pupuk ZK, KNO3 dan KCl. Misalnya unsur hara magnesium (Mg) bertentangan dengan unsur kalium (K). Unsur hara Kalium (K) bertentangan dengan unsur Calsium (Ca). Kenapa begitu? mari kita simak penjelasan berikut ;

Baca juga  Pupuk KNO3 Putih

1. Unsur hara magnesium (Mg) jika dicampur dengan unsur hara Kalium (K) menyebabkan unsur Kalium tertekan. Dalam artian penyerapan kalsium oleh tanaman akan terganggu atau bahkan unsur kalsium tidak berfungsi sama sekali.

2. Unsur hara Kalium (K) jika dicampur dengan unsur hara Calsium (Ca) menyebabkan unsur Calsium tertekan. Unsur Calsium tidak dapat diserap secara sempurna oleh tanaman.

Unsur Kalium (K) diserap lebih cepat oleh tanaman dibandingkan unsur Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Jika tanaman kelebihan unsur Kalium gejalanya mirip dengan tanaman kekurangan Magnesium. Sifat antagonisme kalium dengan magnesium lebih besar daripada kalium dengan calsium. Walaupun demikian kelebihan kalium juga mempunyai gejala yang sama dengan tanaman kekurangan calsium.

Bagi yang ingin tahu tentang cara pemberian pupuk dolomit silahkan baca ;
Dosis dan Cara Menggunakan Pupuk Dolomit
Panduan Pemberian Pupuk Dasar
Mohon maaf, apa yang mitalom sampaikan disini adalah sebatas yang mitalom ketahui. Dan jika ada yang ingin menambahkan silahkan,,,
Semoga bermanfaat….

Salam mitalom !!!

loading...