Hama dan Penyakit Utama Tanaman Cabai Saat Musim Hujan

Hama dan Penyakit Tanaman Cabai Dimusim Hujan

Pengendalian Hama dan Penyakit Cabai Musim Hujan

Gambar hama dan penyakit tanaman cabai saat musim hujan ; 1). ulat grayak 2). antraknosa, 3). layu fusarium, dan 3). hama jangkrik

Hama & Penyakit – Tanaman cabai, baik cabai besar, cabai rawit, maupun cabai merah keriting selalu menjadi tanaman favorit petani hortikultura. Betapa tidak cabai adalah salah satu tanaman sayuran buah yang paling menjanjikan keuntungan. Harga cabai yang sering melambung tinggi menjadi daya tarik tersendiri sehingga banyak yang penasaran untuk mencoba dan terus mencoba. Tanaman yang buahnya memiliki rasa pedas ini sebenarnya bisa ditanam dan mampu tumbuh dengan optimal pada segala musim, yakni musim kemarau maupun musim penghujan. Apalagi pada saat sekarang ini, seiring dengan berkembangnya teknologi telah banyak diciptakan benih cabai hibrida yang unggul dan toleran disegala musim. Menurut Kepala Pusat Penelitian Hortikultura – Badan Litbang Pertanian, M. Permana Yufdi waktu yang paling baik dan ideal untuk menanam cabai adalah dimusim kemarau dan panen dimusim penghujan. Menurutnya hal ini dimaksudkan untuk menghindari gejolak harga cabai, lagi pula resiko serangan hama dan penyakit lebih kecil. Tetapi kendala utama budidaya cabai dimusim kemarau adalah masalah pengairan, banyak petani cabai mengalami gagal panen karena tanaman kekurangan air.

Budidaya cabai dimusim kemarau maupun dimusim penghujan sebenarnya sama-sama memiliki resiko gagal panen, perbedaan terletak hanya pada penyebabnya saja. Jika dimusim kemarau penyebab utama gagal panen adalah kurangnya pasokan air, sementara dimusim penghujan disebabkan oleh kelebihan air. Kendala utama budidaya cabai dimusim hujan adalah cuaca yang tidak kondusif, dimana curah hujan yang tinggi disertai kelembaban yang tinggi pula. Kondisi seperti ini dapat memicu perkembangan beberapa jenis organisme pengganggu tanaman (OPT) baik hama maupun penyakit. Resiko gagal panen menanam cabai dimusim hujan lebih disebabkan oleh kedua jenis OPT tersebut, terutama penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur dan bakteri. Akan tetapi petani cabai cenderung memilih menanam cabai dimusim hujan dengan berbagai alasan maupun pertimbangan. Salah satunya adalah masalah pengairan, pada saat musim hujan tanaman mendapatkan pasokan air yang cukup tanpa harus menyiram. Yang harus diwaspadai adalah serangan hama dan penyakit yang intensitasnya lebih tinggi saat musim hujan. Beberapa jenis hama dan penyakit tanaman cabai pada saat musim hujan antara lain ; penyakit karena bakteri, penyakit yang disebabkan oleh jamur/cendawan seperti antraknosa, fusarium, dan phytophthora.

Baca juga  Tips Budidaya MENANAM CABAI Saat Musim Hujan

Jenis-jenis Hama dan Penyakit Tanaman Cabai Dimusim Hujan

1.    Ulat Grayak (Spodoptera litura)

Ulat grayak dikenal juga dengan sebutan ulat tentara karena menyerang secara berkelompok/bergerombol dengan jumlah yang sangat banyak. Ulat grayak menyerang daun muda hingga daun tua, daun yang terserang berlubang dan meranggas. Pada serangan parah ulat grayak dapat menghabiskan seluruh daun tanaman.

Pencegahan dan pengendalian ulat grayak :

1).    Menjaga kebersihan kebun dengan membersihkan gulma atau rumput liar
2).    Pengendalian bisa dilakukan dengan menyemprotkan insektisida kimia, seperti Metindo, Matador, Biocron, Curacron, Regent dll.

2.    Kutu Kebul (Bemisia tabaci)

Hama kutu kebul pada tanaman cabai adalah Bemisia tabaci. Hama ini berwarna putih, bersayap dan tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin. Hama kutu kebul menyerang dan menghisap cairan daun tanaman sehingga sel-sel dan jaringan daun tanaman rusak. Kutu kebul merupakan vektor utama virus gemini penyebab penyakit bulai.

 Pencegahan dan pengendalian hama kutu kebul :

a).    Sanitasi kebun
b).    Penyemprotan insektisida kimia, seperti abamectin, imidakloprid atau tiamektoksam

3.    Hama Jangkrik dan Gangsir

Hama jangkrik dan gangsir sering menyerang tanaman cabai pada musim hujan. Hama ini menyerang dimalam hari dengan memakan pangkal batang tanaman cabi muda hingga putus. Tanaman cabai yang paling rawan terserang hama jangkrik maupun gangsir adalah tanaman muda yang baru dipindah tanam.

Pencegahan dan pengendalian hama jangkrik dan gangsir :

a).    Pencegahan dapat dilakukan dengan menutup rapat lubang tanam supaya antara mulsa plastik dan tanah tidak berongga. Hal ini cukup membantu meminimalisir serangan.
b).    Penyemprotan insektisida berbahan aktif fipronil setiap sore hari

4.    Ulat Buah (Helicoverpa sp)

Ulat buah biasanya menyerang buah cabai muda yang masih hijau dengan cara membuat lubang dan memakan daging buah. Buah yang terserang berlubang pada bagian dalamnya kemudian menguning lalu rontok.

Pengendalian dan pencegahan hama ulat buah ;

a).    Sanitasi kebun
b).    Penyemprotan insektisida kimia, seperti metindo, biocron, regent, matador dll.

5.    Hama Lalat Buah

lalat buah menyerang buah cabai dengan cara menusukkan ovipositornya untuk menyimpan telur dan kemudian menetas didalam buah cabai. Telur lalat buah yang telah menetas menjadi larva akan memakan daging buah cabai hingga menyebabkan buah cabai membusuk, menguning dan rontok.

Baca juga  Tips Budidaya MENANAM CABAI Saat Musim Hujan

Pengendalian dan pencegahan hama lalat buah ;

a).    Pemasangan perangkap, baik berupa atraktan maupun lem perangkap.
b).    Penyemprotan insektisida pada pagi hari, insektisida yang digunakan misalnya Santhoat atau Curacron dicampur dengan Metindo.

6.    Penyakit Layu Bakteri (Pseudomonas solanacearum)

Penyebab penyakit layu bakteri :

Penyebab penyakit layu bakteri pada tanaman cabai adalah Pseudomonas solanacearum, yaitu bakteri parasit yang menyerang area perakan tanaman cabai, pangkal batang, tunas dan seluruh bagian tanaman.

 Gejala penyakit layu bakteri :

Gejala awal penyakit layu bakteri adalah tanaman cabai terlihat segar dipagi hari, layu disiang hari dan segar kembali disore hari. Gejala ini berlangsung selama beberapa hari saja sebelum tanaman cabai akhirnya mengering dan mati. Bakteri yang menginfeksi akar dan pangkal batang cabai menyebabkan aliran air dari akar ke batang dan daun cabai terhambat sehingga tanaman layu. Akar dan pangkal batang tanaman cabai yang terserang bakteri ini akan membusuk hingga akhirnya tanaman mati.

 Pencegahan dan pengendalian penyakit layu bakteri ;

a).    Pengolahan lahan yang baik, yaitu dengan membuat bedengan yang tinggi
b).    Pengapuran untuk mengatur pH tanah
c).    Menggunakan benih unggul yang toleran terhadap bakteri Psedomonas solanacearum
d).    Menggunakan pupuk kandang yang telah difermentasi
e).    Pemupukan secara berimbang, kurangi pupuk nitrogen karena kelebihan nitrogen dapat menyebabkan tanaman cabai rentan terhadap serangan penyakit
f).    Pengocoran PGPR pada area perakaran setidaknya setiap 1 minggu sekali
g).    Segera musnahkan tanaman cabai yang terinfeksi
h).    Tidak dianjukan menyiram dengan sistem leb (penggenangan) karena dapat menyebarkan bakteri ke tanaman lainnya dengan cepat

7.    Penyakit Layu Fusarium (Fusarium Oxisporum)

Penyebab penyakit layu fusarium :

Penyakit layu fusarium disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum

Gejala penyakit layu fusarium :

Gejala serangan fusarium oxysporum sekilas mirip dengan layu bakteri, gejala awal yaitu daun-daun tua layu kemudian menyebar keatas ke daun muda hingga pucuk, menguning dan seluruh bagian tanaman layu sebelum akhirnya mati. Jika dicabut akar cabai terlihat membusuk dan bewarna kecoklatan.

Pencegahan dan pengendalian penyakit layu fusarium ;

a).    Pengapuran untuk meningkatkan pH tanah
b).    Aplikasi Trichoderma pada lahan sebelum bibit ditanam
c).    Memperbaiki drainase supaya tidak ada genangan air saat musim hujan
d).    Mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang

Baca juga  Tips Budidaya MENANAM CABAI Saat Musim Hujan

8.    Penyakit Antraknosa (C. capsici)

Penyebab penyakit antraknosa :

Penyakit antraknosa pada tanaman cabai disebabkan oleh cendawan C. capsici.

Gejala penyakit antraknosa pada cabai :

Biasanya cendawan C. capsici menyerang tanaman dengan menginfeksi jaringan buah dan membentuk bercak cokelat kehitaman yang kemudian meluas menjadi busuk lunak. Serangan yang berat menyebabkan buah mengering dan keriput seperti jerami. Pada bagian tengah bercak yang mengering terlihat kumpulan titik-titik hitam dari koloni cendawan. Dikalangan petani cabai penyakit antraknosa dikenal dengan berbagai sebutan, seperti patek, api-api, dll.

 Pencegahan dan pengendalian penyakit antraknosa :
a).    Perendaman benih sebelum disemai menggunakan air hangat kuku dan fungisida
b).    Penyemprotan fungisida sejak mulai terbentuknya buah untuk pencegahan. Fungisida yang digunakan misalnya antracol, bion-m, cozeb, ditahne 45 dll.
c).    Memusnahkan buah yang terserang
d).    Menanam dengan jarak tidak terlalu rapat agar lingkungan tidak lembab

 

9.    Penyakit Busk Phytophthora

Penyebab penyakit busuk phytophthora :

Penyakit busuk phytophthora disebabkan oleh cendawan Phytophthora capsici dan Phytophthora infestans.

 Gejala penyakit busuk phytophthora :

Cendawan Phytophthora capsici dan Phytophthora infestans dapat menyerang seluruh bagian tanaman, mulai dari akar, batang, daun dan buah cabai. Gejala serangan pada akar ; akar membusuk, lembek dan berwarna kecoklatan. Gejala serangan pada batang ; batang membusuk, berwarna kehitaman dan kulit batang mudah terkelupas. Gejala serangan pada daun ; daun membusuk, kehitaman / lonyot. Gejala serangan pada buah cabai ; tangkai buah membusuk berwarna coklat kehitaman dan akhirnya buah cabai gugur.

Pencegahan dan pengendalian penyakit busuk phytophthora :

a).    Sanitasi kebuh
b).    Mengatur jarak tanam dengan menanam tidak terlalu rapat saat musim hujan
c).    Mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang
d).    Penyemprotan fungisida kimia, misalnya score, dithane 45, antracol, bion-m, atau amistartop

Yang terpenting dalam usaha budidaya tanaman cabai dimusim hujan adalah     merencanakan segala kegiatan budidaya dengan matang, seperti pengolahan lahan, memilih benih dan pemeliharaan secara lebih intensif. Melakukan pemantauan perkembangan OPT sejak awal untuk mengantisipasi terjadinya serangan yang lebih parah.  Gunakan insektisida kontak dan sistemik untuk efektifitas penggunaan dan tambahkan perekat untuk meminimalisir tercucinya insektisida oleh air hujan. Demikian “Jenis Hama dan Penyakit Cabai Dimusim Hujan“. Semoga bermanfaat….

Salam mitalom !!!

loading...