Faktor Penentu Jumlah dan Jenis PUPUK Yang Akan Digunakan

Teknik Dasar Pemupukan

Cara Menentukan Jumlah dan Jenis Pupuk

Pemupukan padi sawah (Sumber gambar : tabloidsahabatpetani.com)


Pupuk dan Pemupukan – Faktor apa sajakah yang mempengaruhi jumlah pupuk dan jenis pupuk yang harus diberikan ke tanah dan tanaman? Kenapa tanaman harus dipupuk? Nilai pertanian dari suatu pupuk tidak menentu, karena bahan ini mudah berubah. Oleh karenanya macam dan jumlah pupuk yang diberikan harus dapat mengikuti perubahan-perubahan ini. Tanah dan pupuk terjadi reaksi kimia dan biologis yang mempengaruhi mutu pupuk. iklim yang dapat mempengaruhi tanah, tanaman dan pupuk. perlu diperhatikan. Bila ada kelebihan atau kekurangan air, efisien penuh dari pemupukan sukar diharapkan.

Sebetulnya, setiap faktor yang dapat membatasi pertumbuhan tanaman akan menurunkan efensiansi pemupukan, dan akibatnya respons dari tanaman terhadap pemupukan juga tergangu. Jika faktor-faktor lain tidak merupakan pembatas, maka jumlah pupuk dapat ditentukan dengan tingkat kepastian tertentu. Meskipun keadaannnya sangat kompleks, petunjuk-petunjuk tertentu dapat diikuti dalam menentukan macam atau jumlah pupuk yang harus di berikan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan jumlah dan jenis pupuk yang akan digunakan adalah sebagai berikut :
a. Macam tanaman yang akan diusahakan: nilai ekonomi tanaman, kemampuan tanaman menyerap hara
b. Keadaan kimia tanah sehubungan dengan jumlah hara tersedia
c. Keadaan fisik tanah sehubungan dengan kadar air aerasi (tata udara tanah)

1. Jenis Macam tanaman yang akan dipupuk

Menentukan Jenis dan Jumlah Pupuk

Pemberian pupuk dasar pada lahan budidaya brokoli (Sumber gambar : cybex.pertanian.go.id)


Tanaman bernilai ekonomi tinggi, seperti brokoli memerlukan pengeluarkan biaya pupuk majemuk lengkap dan jumlah yang diberikan dihitung berdasarkan respons per kg yang akan diperoleh. Akibatnya, untuk tanaman semacam ini dipakai pupuk majemuk lengkap dalam jumlah banyak. Sebanyak 2 ton pupuk dengan analisa 8-16-16 sering disarankan.

Untuk tanaman bernilai ekonomi rendah biasanya pupuk yang disarankan lebih sedikit. Hasil tambahan yang diperoleh karena pemberiaan pupuk tidak cukup untuk membayar biaya tambahan pupuk itu. Kita harus selalu ingat bahwa Kita harus selalu ingat bahwa produksi tertinggi yang dicapai karena pemupukan tidak selalu menghasilkan uang yang banyak atau keuntungan yang besar.

Baca juga  Tentang Kalsium (Ca), Magnesium (Mg) dan Fungsinya

Dengan kata lain, hukum penghasilan yang menurun merupakan faktor utama dalam praktek pemupukan setiap tanaman. Oleh karena itu, pemberian jumlah pupuk yang sedang untuk semua tanah harus dikembangkan. Biaya hasil tambahan yang diperoleh sudah dapat dipastikan. Jika kita dapat menentukan kemampuan hasilnya untuk membayar tambahan pupuk, maka dosis pupuk dapat dinaikkan.

Bila jumlah hara yang diabsorpsi tanaman banyak, maka pemupukan dapat ditingkatkan, yaitu untuk mengimbangi kehilangan hara dari dalam tanah. Pupuk yang diberikan pada tanaman tidak seluruhnya dapat diambil tanaman. Pertimbangan kita selaku pelaku tindak agronomi adalah bagaimana ‘mengembangkan kemampuan tanah menyediakan hara’, bila jumlah hara kurang baru kita akan memberikan dalam bentuk pupuk.

Untuk hara posfor, karena karena reaksi pengikatan fosfat sangat cepat, maka pemberian unsur ini jumlahnya jauh lebih besar dari yang diabsorpsi tanaman.

Kemampuan berbagai tanaman mengabsorpsikan hara

Setiap jenis tanaman memiliki kemampuan yang berbeda dalam mengabsorbsi hara dari dalam tanah. Umpamanya, kacang tanah, lebih dapat mengabsorbsi K, walaupun kadar K tanah rendah, sedangkan kedelai tidak. Akibatnya, respons dari pemberian K yang ditunjukan lebih nyata pada kedelai dari pada kacang tanah.

2. Keadaan kimia tanah

Bagian tanah yang perlu diperhatikan adalah analisa kimianya. Ada dua cara analisa kimia yang dipakai sehubungan dengan unsur hara dalam tanah yaitu analisa total dan analisa parsial. Analisa total adalah analisa total semua unsur yang terdapat dalam tanah, tidak tergantung dari bentuk atau tingkat ketersediannya. Data demikian sangat berguna untuk membantu meramalkan tingkat ketersedian hara bagi tanaman. Analisa parsial adalah analisa yang hanya mengukur hara yang tersedia bagi tanaman (hanya sebagian dari jumlah hara yang terdapat dalam tanah).

Baca juga  Pupuk MKP (Mono Kalium Phosphate)

3. Keseimbangan hara

Sebelum kita membicarakan berbagai bahan pupuk, satu hal berikut ini perlu sekali diperhatikan. Ketiga unsur pupuk bila dipakai secara tepat, mereka tidak saja mengendalikan, mengimbangi, mendukung dan mengisi satu sama lain, tetapi juga unsur-unsur lainnya. Hubungan ini sangat penting dalam praktek pemupukan, karena berkaitan dengan ekonomi dan efektivitas pemupukan. Sebaiknya unsur-unsur yang diberikan merupakan tambahan bagi unsur-unsur yang sudah ada didalam tanah, sehingga jumlah keseluruhan N, P da K yang tersedia bagi tanaman berada dalam perbandingan yang tepat.

Pada waktu bersamaan ketersediakan unsur esensial lainpun harus baik. Sacara singkat, keseimbangan kesuburan secara menyuluruh harus sedemikian rupa sehingga dapat menunjang pertumbuhan tanaman. Akan tatapi, dalam praktek keadaan yang demikian sangat sukar dicapai. Tanah merupakan sesutu yang selalu tidak diketahui kwalitasnya, demikian pula ketersedian unsur – unsur setiap musimnya.

Demikian tentang “Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah dan Jenis Pupuk Yang Akan Digunakan” Semoga bermanfaat…..

Salam mitalom !!!

Loading...