Dosis dan Cara Menggunakan Pupuk Dolomit

Cara Pemberian Pupuk Dolomit

Pupuk dan Pemupukan – Pupuk Dolomit adalah pupuk dengan kandungan hara Kalsium (CaO) dan Magnesium (MgO). Pupuk dolomit berfungsi untuk menetralkan keasaman tanah atau menaikkan pH tanah. Fungsi pupuk dolomit lainnya silahkan Baca : Fungsi CaO dan MgO. Cara penggunaan pupuk dolomit serta dosis penggunaan disesuaikan dengan pH dan kebutuhan.

Fungsi Pupuk Dolomit

Proses Penaburan Pupuk Dolomit


Cara Penggunaan:

1. Disebar/ ditabur merata

Cara ini dilakukan apabila pupuk dolomite digunakan untuk memperbaiki keadaan tanah yang buruk. Pupuk Dolomite disebar/ ditabur merata pada
permukaan tanah yang akan diolah sebelum benih ditanam atau tebar benih.

2. Dimasukkan pada lubang tanaman

Apabila pupuk dolomite digunakan sebagai pupuk dasar pada tanaman perkebunan, Dolomite ditempatkan pada dasar lubang tanaman, kemudian dicampur merata dengan pupuk dan tanah pada dasar lubang, setelah itu ditimbun dengan sedikit tanah dan biarkan -/+ selama 2 minggu , kemudian itu letakkan bibit tanaman di atasnya.

3. Dolomite dicampur dengan Pupuk ZA

Dilakukan apabila kebutuhan diperlukan dalam waktu yang bersamaan. Pupuk dolomite dicampur dengan pupuk ZA dan cara pemberiannya dengan cara sebar merata dalam larikan sejajar baris tanaman, sekeliling batang tanaman atau ditempatkan pada lubang yang dibuat di kanan- kiri tanaman. Pemakaian kombinasi dolomit + ZA mampu memasok hara Magnesium (Mg) dan Sulfat Nitrogen pada tanaman dan tidak mengasamkan tanah.

4. Untuk menetralisir reaksi tanah masam / menaikkan pH

Pupuk dolomite ditaburkan secara merata pada saat pengolahan tanah 7 – 10 hari sebelum pupuk kandang atau pupuk kimia lainnya.

Berikut adalah tabel dosis penggunaan dolomit :

pH Tanah dan Kebutuhan Dolomit
No. pH Tanah Dosis (Ton/Ha) Tanaman
1. 4.0 10.25 Jagung 5.5 – 7.0
2. 4.1 9.76 Padi 5.0 – 6.5
3. 4.2 9.28 Kacang Tanah 5.5 – 6.5
4. 4.3 8.82 Tomat 5.5 – 7.5
5. 4.4 8.34 Cabe 5.5 – 6.5
6. 4.5 7.87 Kubis 5.5 – .5
7. 4.6 7.39 Tembakau 5.0 – 6.0
8. 4.7 6.91 Seledri 6.0 – 7.0
9. 4.8 6.45 Pisang 6.0 – 7.5
10. 4.9 5.98 Nanas 6.0 – 8.0
11. 5.0 5.49 Tebu 6.0 – 8.0
12. 5.1 5.02 Kedelai 6.0 – 7.0
13. 5.2 4.54
14. 5.3 4.08
15. 5.4 3.60
16. 5.5 3.12
17. 5.6 2.65
18. 5.7 2.17
19. 5.8 1.69
20. 5.9 1.23
21. 6.0 0.75
Baca juga  Faktor Penentu Jumlah dan Jenis PUPUK Yang Akan Digunakan

Semoga bermanfaat…

Salam mitalom !!!

loading...
Loading...