Cara Menanam Terong

Budidaya Terong

Budidaya Hortikultura – Siapa yang tidak kenal terong? Terong merupakan salah satu jenis sayuran buah kerabat dekat dengan kentang dan leunca (cepokak). Terong (Solanum melongena) konon berasal dari Sri Lanka dan India. Terong banyak dibudidayakan di berbagai wilayah di Indonesia. Terong merupakan sayuran yang mampu berproduksi hingga 2 tahun dan memiliki produktifitas yang cukup tinggi. Karena itu terong menjadi salah satu jenis sayuran dengan prospek yang menjajikan. Harga terong yang relatif stabil, bisa menjadi pertimbangan untuk membudidayakan secara luas. Banyak sekali jenis terong yang ada di Indonesia, seperti terong manggis, terong lalap, terong hijau, terong pondoh, terong ungu dan lain-lain.Terong bisa tumbuh dimana saja, baik dataran rendah, menengah atau dataran tinggi. Terong dapat berproduksi maksimal pada suhu 22 – 30 derajat celcius dengan pH 6,5 – 7.

Cara Budidaya Terong

Cara Menanam Terong

Persiapan Lahan Budidaya Terong

Lahan dibersihkan dari gulma dan rumput liar, kemudian dibajak agar gembur. Buatlah bedengan dengan lebar 90 atau 100 cm, tinggi 20 – 25 cm dengan panjang sesuai dengan kondisi lahan. Setelah pembuatan bedengan selesai, taburkan pupuk dolomit 1 -2 ton / Ha jika pH dibawah 6,5. Setelah kurang lebih 10 hari, taburkan pupuk kandang atau pupuk kompos secara merata pada bedengan. Bisa juga ditambahkan dengan pupuk kimia, NPK atau campuran antara TSP, KCL dan ZA dengan perbandingan 2 :1 : 1 dengan dosis 0,5 ons/pohon. Pada dasarnya, pemberian pupuk dasar pada beberapa jenis tanaman sama. Misalnya tanaman cabe, tomat dan terong. Untuk lebih jelasnya silahkan baca : Cara Pemberian Pupuk Dasar Tanaman Cabe

Setelah selesai pemberian pupuk dasar, kemudian dilakukan pemasangan mulsa plastik. Buat lubang tanam dengan jarak 70 x 60 cm atau 80 x 90 cm. Untuk budidaya pada musim kemarau gunakan jarak tanam 70 x 60 dan pada musim hujan buat jarak tanam 80 x 60 cm.

Baca juga  Panduan Lengkap Budidaya Pisang, Pemeliharaan dan Cara Pemupukan Pisang

Persiapan Bibit dan Cara Semai Benih Terung

Siapkan media semai terlebih dahulu. Menyemai bisa dilakukan dengan manaburkan benih langsung pada bedengan semai yang sudah disiapkan. Bisa juga disemai dengan polybag. Benih direndam terlebih dahulu menggunakan air hangat kuku selama kurang lebih 5 – 6 jam. Kemudian tiriskan, setelah itu benih disemai. Cara menyemai benih terong sama dengan cara menyemai benih cabe, begitu juga dengan benih tomat. Baca : Cara Menyemai Benih Cabe

Cara Menanam Bibit Terung

Bibit terong bisa ditanam setelah berusia 25 -30 HSS (Hari Setelah Semai). Penanaman dilakukan pada sore hari. Pilihlah bibit yang bagus dan sehat, dengan ciri-ciri memiliki vigor yang kuat dan daun berwarna hijau segar. Buka plastik polybag kemudian tanam bibit pada lubang yang sudah disiapkan, satu lubang satu bibit. Setelah selesai penanaman, segera disiram dengan air secukupnya agar tanaman tidak layu keesokan harinya.

Pemeliharaan Tanaman Terong

Lakukan penyulaman segera setelah terlihat ada tanaman yang mati atau dimakan hama. Penyulaman dilakukan hingga usia 15 HST (Hari Setelah Tanam). Penyiangan juga perlu dilakukan agar tanaman terong tidak terganggu oleh gulma dan rumput liar. Untuk menjaga tanaman agar tidak kekeringan lakukan penyiraman secukupnya, sesuaikan dengan kondisi cuaca.

Ajir dipasang segera setelah penanaman selesai, agar tidak merusak perakaran. Pasang ajir dengan jarak minimal 5 cm dari pangkal batang. Kemudian tanaman diikat menggunakan tali plastik pada ajir tersebut. Jika pemasangan ajir dilakukan setelah tanaman besar, ajir dipasang menyerong dengan sudut 45 derajat agar tidak mengganggu dan merusak akar.

Pemupukan Susulan Tanaman Terong

Pemupukan susulan perlu dilakukan agar tanaman tumbuh subur dan berbuah banyak. Pemupukan bisa ditaburkan, namun jika menanam menggunakan mulsa plastik akan lebih efektif jika dikocorkan. Pemupukan pertama bisa dilakukan pada usia 10 HST (Hari Setelah Tanam). Selanjutnya pemupukan dilakukan setiap 1 minggu. Pupuk yang digunakan adalah NPK, TSP, KCL, ZA atau KNO3 disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Baca juga  Cara Budidaya Kentang

Hama dan Penyakit Tanaman Terong

Hama dan penyakit yang biasanya menyerang tanaman terong antara lain :
1. Bekicot, menyerang tanaman muda yang baru ditanam dengan memakan batang sampai daun tanaman

2. Ulat Grayak, ulat ini biasanya bergerombol dan memakan daun tanaman hingga tangkai muda

3. Penggerek Daun, Atau disebut juga oteng-oteng/kepik menyerang daun muda hingga daun menjadi bolong-bolong

4. Lalat Buah, lalat ini bertelur pada buah terong dan akan menetas menjadi larva. Larva tersebut memakan buah terong hingga menyebabkan buah berlubang dan busuk

5. Ulat Tanah, ulat ini aktif pada malam hari dan menyerang daun, batang hingga buah tanaman

6. Kutu Kebul, hama ini sering bersembunyi dibalik daun berwarna putih dan menyebabkan daun mengkerut sehingga tanaman menjadi kerdil.

7. Kutu Daun (Aphids), menyerang dengan cara menghisap cairan daun muda hingga menyebabkan daun menjadi keriting

6. Busuk Buah, busuk buah pada terong disebabkan oleh cendawan Phytoptora sp. Ditandai dengan adanya daging buah membusuk dan terlepas pada kelopak buah.

7. Layu Fusarium, penyakit ini disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum yang menyebabkan tanaman layu kemudian kering dan mati.

8. Layu Bakteri, tanaman yang terserang tiba-tiba layu dan mati. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum.

9. Antraknosa, disebabkan oleh Gloeosporium melongena Ell. Pada buah yang terserang terdapat bercak berwarna coklat kemudian buah akan rontok.

10. Bercak Daun, disebabkan oleh cendawan Cercospora sp, Altenaria solani dan Botrytis cinerea.

11. Busuk Pangkal Batang / Leher Akar, disebabkan oleh cendawan Sclerotium rolfsii.

12. Busuk Daun / Lodoh, disebabkan oleh Pseudoperonospora cubensis berk. Ditandai dengan adanya daun yang membusuk berwarna hitam.

Baca juga  Penyebab Kerontokan Bunga dan Buah Cabe Serta Cara Pencegahannya

Waktu dan Cara Panen Buah Terong

Buah terong biasanya dapat dipanen pada usia 70 – 80 HST (Hari Setelah Tanam). Pilihlah buah yang sudah cukup umur, tidak terlalu muda atau terlalu tua. Panen terong sebaiknya dilakukan setiap 3 hari sekali. Buah terong dipetik beserta tangkai buahnya, dengan cara digunting. Setelah selesai pemanenan lakukan penyortiran sebelum buah dipasarkan. Demikian tentang cara menanam terong, semoga bermanfaat…

Baca juga :
1. Mengendalikan Penyakit Tanaman Terong
2. Pemupukan Susulan Tanaman Terong

Salam mitalom !!!

loading...
Loading...