Cara Menanam Padi Darat Sistem Olah Tanah Sempurna (OTS)

Budidaya Padi Darat Sistem Olah Tanah Sempurna (OTS)

Budidaya – Pada dasarnya tanaman padi bisa tumbuh dengan baik pada lahan sawah maupun pada lahan kering atau lahan darat. Beberapa wilayah di Indonesia yang tidak memiliki sistem irigasi, budidaya padi dilakukan dilahan darat/lahan kering. Misalnya di beberapa wilayah Sumatera, Kalimantan, Papua atau Nusa Tenggara. Pada umumnya budidaya padi darat dilakukan menjelang musim penghujan dan dilakukan hanya sekali dalam setahun. Karena itu budidaya padi darat disebut juga dengan budidaya padi tadah hujan. Pada budidaya padi lahan darat, benih ditanam langsung tanpa disemai terlebih dahulu. Budidaya padi darat biasanya dilakukan pada tanah-tanah kering dan lahan gambut.

Cara Menanam Padi Darata

Tanaman Padi Darat



Persiapan Lahan Budidaya Padi Darat
Sistem Olah Tanah Sempurna (OTS)

Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan gulma dengan cara membabat atau menggunakan herbisida. Kemudian setelah gulma kering, gulma dibakar sebelum dilakukan pembajakan tanah. Selain meringankan pekerjaan pembakaran gulma bermanfaat untuk menyuburkan tanah. Abu hasil pembakaran sangat bermanfaat sebagai pupuk organik, terlebih pada lahan gambut yang memiliki pH rendah. Abu pembakaran bermanfaat untuk meningkatkan pH tanah pada lahan gambut.

Kemudian dilakukan penggemburan tanah dengan cara dibajak atau dicangkul. Pembajakan bisa dilakukan hingga 2 atau 3 kali sampai tanah menjadi gembur. Setelah itu dilakukan penaburan dolomit jika pH tanah rendah dan pemberian pupuk dasar yaitu pupuk kandang atau campuran pupuk TSP/SP 36, Urea dan KCL. Dosis pupuk yang digunakan disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah. Pemberian pupuk dasar dilakukan 7 atau 10 hari sebelum tanam.

Persiapan Benih Padi Darat

Pada beberapa daerah, benih padi darat yang digunakan adalah padi jenis lokal. Di beberapa wilayah Propinsi Riau misalnya, benih padi lokal yang populer adalah Sungkai, Kuku Balam, Telor Ikan, Membot dan lain sebagainya. Benih yang digunakan adalah benih dari hasil tanaman sebelumnya. Benih dipilih dari tanaman padi yang sehat, memiliki bulir banyak dan memiliki jumlah anakan yang banyak. Pemilihan benih dilakukan sebelum pemanenan secara masal. Kebutuhan benih budidaya padi darat berkisar antara 70 – 100 kg/ha.

Baca juga  Inspirasi Berkebun, Cara Menanam Jagung Dalam Pot atau Polybag

Penanaman Padi Darat

a. Waktu penanaman sebaiknya dilakukan setelah hujan turun agar benih tumbuh dengan sempurna dan memudahkan penugalan.
b. Penanaman dilakukan dengan cara ditugal dengan jarak 30 x 30 cm. Benih ditanam 10 atau 15 biji perlubang.
c. Untuk menghindari gangguan burung, sebaiknya benih ditutup dengan tanah.
d. Sebelum ditanam benih dicampur dengan nematisida seperti pentakur, petrofur, curater atau furadan. Hal ini dilakukan agar benih terhindar dari gangguan semut, lalat bibit, uret dan hama lainnya.

Pemeliharaan & Perawatan Padi Darat

Pemeliharan dan perawatan dalam budidaya padi darat meliputi :

a. Penyiangan Tanaman Padi Darat

Penyiangan perlu dilakukan agar tanaman padi darat tidak terganggu oleh gulma dan rumput liar dan agar tanaman padi darat bisa tumbuh dengan baik. Penyiangan dilakukan dengan cara menggunakan arit atau mencabuti rumput. Jika ingin melakukan penyiangan dengan herbisida sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar tanaman padi darat tidak stres dan terganggu pertumbuhannya.

b. Pemupukan Susulan Padi Darat

Pemupukan susulan pertamakali dilakukan pada saat tanaman berusia 14 hari setelah tanam. Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea, TSP/SP 36, KCL dengan dosis disesuaikan dengan kondisi tanaman dan kesuburan tanah. Pemupukan susulan dilakukan setelah penyiangan. Pupuk ditabur secara merata dan dilakukan pada sore hari dan saat kondisi tanah dalam keadaan lembab. Pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman berusia 40 hari setelah tanam.

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi Darat

Hama dan penyakit pada budidaya padi darat tidak jauh berbeda dengan tanaman padi sawah. Pengendalian bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida dan fungisida. Jenis insektisida maupun fungisida yang digunakan disesuaikan dengan hama dan penyakit yang menyerang tanaman.

a. Hama yang biasanya ditemukan pada tanaman padi darat misalnya uret, sundep, lalat bibit, walang sangit, tikus, wereng coklat dan ulat penggerek batang. Pengendalian bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamectin, misalnya Demolish, Alfamex, Numectin, Agrimec atau Bamex.

Baca juga  Cara Menanam Kacang Hijau

Untuk pengendalian hama tikus bisa dilakukan dengan cara teknis, yakni dengan cara perburuan masal, menutup lubang-lubang yang terdapat disekitar lahan dan menjaga kebersihan lahan serta sekitar areal lahan.

b. Penyakit yang menyerang tanaman padi darat antara lain penyakit blast, hawar daun dan bercak daun. Pengendalian dilakukan dengan menjaga sanitasi dan kebersihan di areal tanaman dan sekitar areal tanaman. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan fungisida.

Panen Budidaya Padi Darat

Umur panen tanaman padi darat tergantung pada varietas yang digunakan. Beberapa varietas padi bisa dipanen pada usia 3 bulan setelah tanam, 4 bulan setelah tanam, 5 bulan setelah tanam atau 6 bulan setelah tanam tergantung varietas yang digunakan. Cara memanennya tidak jauh berbeda dengan tanaman padi sawah.
Baca juga : Budidaya Padi Tanpa Olah Tanah (TOT)

Demikian tentang cara menanam padi darat sistem olah tanah sempurna (OTS). Semoga bermanfaat…

Salam mitalom !!!

loading...