Cara Membuat Sendiri INSTALASI FERTIGASI Sederhana dan Murah (Irigasi Sistem Tetes)

Instalasi FERTIGASI HIDROPONIK Sederhana Buatan Sendiri

15 Tahap Cara Membuat Sendiri Instalasi Fertigasi Sederhana

Gambar Instalasi Fertigasi Sederhana

Hidroponik – Fertigasi adalah salah satu metode penanaman dalam sistem hidroponik, dimana larutan nutrisi diberikan melalui sistem irigasi. Fertigasi sendiri berasal dari dua kata, yaitu “Fertilizer” dan “Irigation” yang artinya sistem pengairan tanaman dan pemupukan yang diberikan sekaligus melalui irigasi tetes. Sistem fertigasi lebih dikenal dan identik dengan hidroponik, padahal fertigasi sebenarnya juga bisa diaplikasikan pada pertanian konvensional. Sistem hidroponik fertigasi biasanya diaplikasikan pada tanaman sayuran buah, seperti cabai, paprika, tomat, terung, mentimun, melon, semangka  dan lain sebagainya. Di Malaysia, sistem fertigasi sudah bisa dikatakan membudaya dan hampir semua petani di sana menggunakan sistem ini pada pertanian mereka. Bahkan “fertigasi” menggantikan kata “hidroponik” itu sendiri, sistem fertigasi mendominasi disana, ketika mereka menyebut sistem fertigasi artinya mereka menenam dengan sistem hidroponik. Dilihat dari segi efesiensi penggunaan air, nutrisi dan tenaga kerja, sistem fertigasi memang sangat menguntungkan. Akan tetapi biaya pembelian perlengkapan fertigasi masih terbilang mahal, sehingga hal ini menjadi kendala bagi petani kita untuk menerapkan sistem fertigasi.

Lalu bagaimana kita mengakalinya? Sebenarnya, jika kita mau sedikit repot (Ingat !! kreatif itu harus repot ya…hehehehe). Kalau mau yang instan ya beli, biarpun mahal tapi kan nggak repot? Nah, disekitar kita baynak bahan-bahan yang bisa kita gunakan sebagai pengganti instalasi hidroponik pabrikan. Bahan-bahan atau material tersebut bahkan sudah sangat familiar dan sering kita lihat atau kita temui dengan mudah, tapi kita sering tidak menyadari kalau material tersebut bisa kita fungsikan untuk hal yang lain. Bahkan, material tersebut ada dirumah kita. Apa itu? pipa paralon dan selang piping. Paralon sih ada, tapi selang piping nggak pernah saya lihat…masa sih? Kamu punya tas atau ransel? Pasti punya ya…coba periksa tas kamu atau ransel kamu. Apa yang kamu dapatkan? Selang piping atau pandepun, yaitu selang kecil yang biasanya digunakan sebagai rangka pada pinggiran tas. Piping ini bisa kita gunakan untuk mengalirkan air pada sistem fertigasi.

Baca juga  Pakcoy Hidroponik Sistem NFT

Alat dan Bahan Membuat Instalasi Fertigasi Sederhana

Untuk membuat instalasi fertigasi diperlukan beberapa peralatan maupun perlengkapan yang dibutuhkan nantinya, alat dan bahan tersebut antara lain sebagai berikut ;
a).    Pipa PVC/paralon (disini saya menggunakan pipa instalasi listrik 5/8 inch)
b).    Selang piping secukupnya
c).    Cat warna hitam (atau warna gelap lainnya)
d).    Sedotan/pipet secukupnya
e).    Lem pipa, lem lilin
f).    Kuas
g).    Pisau / gunting
f).    Gergaji besi untuk memotong pipa

15 Langkah dan Tahapan Membuat Instalasi Fertigasi Sederhana

1.    Menyiapkan bahan-bahan dan alat yang diperlukan dan menyiapkan lokasi atau lahan dimana instalasi akan dipasang (gambar 1)

Alternatif Pengganti Alat Fertigasi Hidroponik

Gambar 1

2.    Menyiapkan tandon, ini tandon saya buat menggunakan papan kayu berbentuk kotak yang saya lapisi menggunakan plastik. Tandon saya buat setinggi lebih kurang 100 cm dari atas permukaan tanah, ini fertigasi tanpa pompa. Jika menggunakan pompa tandon bisa diletakkan dibawah (Gambar 2)

Membuat Tandon Nutrisi Hidroponik Fertigasi

Gambar 2

3.    Membuat tapak untuk meletakkan polybag (opsional). Tanpa tapak juga bisa, paralon diletakkan disamping polybag. Berhubung halaman belakang rumah saya ini suka tergenang air makanya tapak saya buat agak tinggi supaya polynag tidak terendam air ketika turun hujan (Gambar 3)

Membat Sendiri Instalasi Fertigasi Hidroponik

Gambar 3

4.    Tapak dibuat serata mungkin, gunakan water pass atau selang dan benang (jika tanpa pompa) supaya larutan nutrisi mengalir kesetiap polybag dengan volume yang sama. Jika tidak rata, bagian terendah akan memperoleh larutan nutrisi dengan volume lebih banyak daripada bagian yang lebih tinggi. (Gambar 4)

Alternatif Alat Fertigasi Hidroponik

Gambar 4

5.    Jika menggunakan pompa tapak tidak perlu terlalu rata (tidak perlu menggunakan water pass).

6.    Selang piping dipotong-potong dengan ukuran 50-60 cm dan sedotan dipotong 10 atau 12 cm. Ada berbagai varian warna selang piping, pilih yang warna hitam. (Gambar 5)

Alternatif Drip Stik / Emiter untuk Fertigasi Hidroponik

Gambar 5

7.    Masukkan ujung piping ke dalam sedotan kemudian dilem. Ujung sedotan lainnya di rekatkan (dipanaskan kemudian direkatkan sampai rapat, dan jangan sampai bocor) (Gambar 5)

Baca juga  Tentang TDS Meter, EC Meter dan PH Meter

8.    Sedotan dicat hitam atau warna gelap lainnya. Tujuannya agar tidak ditumbuhi lumut, lumut bisa menyumbat lubang tetes pada sedotan. (Gambar 6)

Membuat Sendiri Stick Drip/Drip Emiter Untuk Fertigasi Hidroponik

Gambar 6

9.    Paralon diletakkan sesuai dengan barisan tapak yang dibuat. Lubangi paralon dimana piping akan ditancapkan. Lubang sebaiknya dibuat lebih kecil daripada diameter piping supaya span dan air tidak merembes/bocor. (Gambar 7)

Memasang Emiter/Stikc Drip pada Pipa Paralon

Gambar 7

10.    Pasang piping pada paralon (pemasangan dilakukan sebelum paralon dicat), kemudian di lem jika diperlukan. (Gambar 8)

Cara Membuat Drip Stick Murah dan Sederhana

Gambar 8

11.    Setiap polybag dipasang 1 atau 2 buah piping. Jika setiap polybag akan ditanami 2 batang tanaman, sebaiknya piping dipasang 2 buah. Lubang tetes bisa dibuat seperti gambar 9a atau 9b, tapi ternyata dikemudian hari desain gambar 9b lebih baik dan tidak mudah tersumbat. Pada gambar 9b sedotan tidak perlu dicat, karena sedotan hanya berfungsi sebagai penopang selang piping. (gambar 9)

Cara Membuat Irigasi Tetes Sederhana

Gambar 9

12.    Setelah semua piping dipasang, kemudian paralon dicat hitam supaya tidak tembus cahaya dan ditumbuhi lumut.

13.    Masukkan media tanam ke polybag kemudian diletakkan pada tapak yang sudah disiapkan.

14.    Tancapkan sedotan pada media tanam dan lubangi menggunakan jarum (saya menggunakan jarum jahit ukuran terkecil). (Gambar 10)

Cara Memasang Stik Drip Fertigasi

Gambar 10

15.    Terakhir tes instalasi apakah bekerja dengan baik atau tidak. Dicek juga debit airnya berapa ml/menit. Jika sudah ok, bibit bisa langsung ditanam. (Gambar 11)

Cara Mengetahui Debit Air pada Fertigasi

Gambar 11

Lihat videonya disini :

Demikian tentang “Cara Membuat Sendiri Instalasi Fertigasi Sederhana dan Murah“. Selain untuk hidroponik, instalasi ini juga bisa diaplikasikan untuk tanaman konvensional. Biaya instalasi fertigasi yang saya buat ini jauh lebih murah jika dibandingkan menggunakan perlengkapan fertigasi yang sesungguhnya. Untuk videonya mohon ditunggu….Selamat mencoba dan semoga bermanfaat…

Baca juga  Cara Membuat Larutan Nutrisi AB Mix Yang Benar

Salam mitalom !!!

Loading...