Cara Budidaya TERNAK JANGKRIK Lengkap dengan Cara Pembibitian dan Pemeliharaannya

Panduan Teknis Budidaya Jangkrik

Panduan Lengkap Cara Ternak Jangkrik

Kandang pembesaran ternak jangkrik (Sumber gambar : blogoinformasi.com)

Budidaya Peternakan – Jangkrik adalah serangga yang dikenal juga dengan sebutan cengkerik, serangga ini dalam bahasa ilmiah disebut Liogryllus Bimaculatus. Jangkrik masih berkerabat dekat dengan belalang dan merupakan hewan omnivora yaitu pemangsa tumbuhan dan hewan sebagai sumber makanannya. Di alam liar jangkrik banyak terdapat dimana saja, dalam rerumputan, semak belukar dan dilahan-lahan pertanian. Pada lahan pertanian hama jangkrik biasanya terdapat pada rerumputan, dibawah rumput kering, dibawah bongkahan-bongkahan tanah atau dibawah mulsa. Oleh petani serangga ini dianggap hama yang dapat merusak tanaman, terutama tanaman muda yang baru ditanam. Jenis tanaman yang kerap diganggu hama jangkrik adalah tanaman hortikultura, seperti cabai, tomat, terung, gambas/oyong, pare, timun dan lain sebagainya. Oleh karena itu petani berusaha dengan berbagai cara untuk memusnahkan serangga yang satu ini.

Peluang Usaha Budidaya Jangkrik

Disatu sisi jangkrik merupakan hama yang bisa merusak tanaman dan merugikan petani. Tetapi disisi lain serangga ini adalah hewan yang bermanfaat untuk menghasilkan keuntungan bagi manusia. Jangkrik bisa dibudidayakan untuk menghasilkan pundi-pundi uang. Sejak beberapa waktu terakhir usaha budidaya jangkrik semakin populer dan gencar dilakukan oleh masyarakat. Hal ini disebabkan karena permintaan pasar yang terus meningkat. Pasar jangkrik didominasi oleh para penggemar burung dan ikan, seiring dengan semakin meningkatnya penggemar kedua jenis hewan peliharaan tersebut. Usaha budidaya ternak jangkrik merupakan suatu peluang usaha yang menjanjikan keuntungan besar, sebab modal usaha yang dibutuhkan sedikit. Bagaimana tidak, harga jual jangkrik ditingkat peternak mencapai Rp. 50.000 – 60.000 per kilogramnya. Sedangkan harga telur jangkrik lebih mahal lagi, yaitu untuk telur jangkrik varietas kalung dihargai Rp. 330.000 per kilo gram dan harga jual telur jangkrik alam harganya mencapai Rp. 350.000 – Rp. 400.000 per kilogram.

Jenis-jenis Jangkrik Yang Dibudidayakan di Indonesia

Lebih dari 100 jenis atau varietas jangkrik yang terdapat di Indonesia. Namun tidak semua jenis jangkrik tersebut diternak untuk dibudidayakan. Jenis jangkrik yang banyak dibudidayakan saat ini adalah Gryllus Mitratus dan Gryllus Testaclus. Varietas jangkrik Gryllus Mitratus biasa dimanfaatkan sebagai pakan ikan sedangkan varietas Gryllus Testaclus sebagai pakan burung peliharaan. Kedua jenis jangkrik ini dapat dengan mudah dibedakan dari bentuk tubuhnya, dimana Gryllus Mitratus wipositor-nya lebih pendek disamping itu Gryllus Mitratus mempunyai garis putih pada pinggir sayap punggung, serta penampilannya yang tenang.

Panduan Lengkap Budidaya Ternak Jangkrik

Persiapan untuk memulai usaha ternak jangkrik diawali dengan mempelajari seluk beluk jangkrik serta dibutuhkan pengetahuan bagaimana cara yang benar memperlakukan serangga ini. Usaha budidaya ternak jangkrik sebenarnya tidaklah sulit, yang dibutuhkan hanya niat dan ketelatenan dalam mengembangkan usaha peternakan jangkrik yang kaya protein ini. Secara teknis tahapan-tahapan dalam beternak jangkrik adalah sebagai berikut ;

A.    Cara Pembuatan Kandang Jangkrik (Kandang Pembesaran)

Kandang untuk berternak jangkrik terbuat dari kayu/triplek atau kardus bekas. Ukuran kandang disesuaikan dengan tempat, lokasi dan populasi jangkrik. Sebagai contoh untuk menampung sekitar 4000 ekor jangkrik hanya dibutuhkan kandang dengan ukuran 100 cm x 60 cm x 30 cm. Kandang jangkrik bisa digunakan berulangkali, tergantung bahan kandang yang digunakan. Pada bagian atas atau atap kandang dilapisi menggunakan daun pisang, daun tebu, sabut kelapa, daun kelapa atau kertas koran.

1.    Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kandang ternak jangkrik

a).    Lakban licin 4 buah (warna coklat atau bening)
b).    Lem kayu atau lem kertas 4 buah
c).    Serbuk gergaji secukupnya
d).    Lis kayu atau bambu

2.    Pendukung pertumbuhan jangkrik / rumah jangkrik

Pendukung pertumbuhan jangkrik atau rumah jangkrik adalah tempat merambat dan tangkringan jangkrik, yaitu berupa empat lengkungan besar dan delapan lengkungan kecil yang dibentuk menyerupai kerangka besi pada payung. Bisa juga menggunakan beberapa papan telur bekas dan diletakkan didalam kandang jangkrik.

B.    Lokasi Yang Tepat dan Baik Untuk Berternak Jangkrik

Lokasi atau tempat peternakan jangkrik bisa dimana saja, baik itu didalam rumah, dipekarangan atau dikebun. Tetapi lokasi tersebut harus memenuhi syarat tertentu agar suasananya sesuai dengan habitat asli serangga jangkrik di alam. Agar sukses dan memperoleh keuntungan dalam usaha peternakan jangkrik sebaiknya pilihlah lokasi dengan kriteria seperti dibawah ini ;

1.    Lokasi untuk usaha budidaya ternak jangkrik harus tenang,
2.    Lokasi dan kandang harus teduh dan tidak terkena sinar matahari secara langsung,
3.    Lokasi dan area kandang peternakan jangkrik memiliki sirkulasi udara yang baik,
4.    Lokasi budidaya ternak jangkrik harus jauh dari hiruk-pikuk dan keramaian, seperti pasar, pabrik, gedung sekolah atau jalan raya.
5.    Lokasi harus steril atau aman dari hama pemangsa jangkrik, seperti ayam, laba-laba, semut, cicak dan lain-lain,
6.    Lokasi dan penempatan kandang mudah dimonitor setiap hari.

C.    Cara Memilih Bibit/Indukan Jangkrik

Calon indukan dan bibit jangkrik bisa diperoleh di alam bebas atau dengan membelinya dari peternak jangkrik. Syarat utama memilih calon indukan dan bibit jangkrik adalah indukan dan bibit harus sehat, tidak cacat (sungut atau kaki patah), tidak sakit dan indukan sudah berumur antara 10 sampai 20 hari. Calon indukan jangkrik jantan maupun betina yang paling baik adalah yang berasal dari  tangkapan dialam bebas, karena memiliki ketahanan tubuh yang sangat baik. Jika tidak memperoleh indukan betina dialam bebas, indukan betina bisa dibeli dari peternak. Tetapi indukan jantan sebisa mungkin berasal dari alam bebas, karena induk jantan dari hasil tangkapan dialam lebih agresif.

Ciri-ciri indukan jangkrik betina dan indukan jantan yang baik ;

a).    Ciri-ciri indukan jangkrik betina dan calon indukan jantan yang baik ;
>    memiliki sungut / antena yang masih panjang dan lengkap,
>    memiliki kedua kaki belakang yang masih lengkap
>    bulu dan badan jangkrik berwarna hitam mengkilap
>    pilihlah induk jantan dan betina yang berbadan besar
>    sehat, gesit dan bisa melompat dengan tangkas
>    jangan memilih calon indukan jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan anusnya apabila
dipegang,

b).    Perbedaan fisik induk jantan dan betina ;
>    induk jantan selalu mengeluarkan suara mengerik, sedangkan induk betina tidak mengerik
>    permukaan sayap induk jantan kasar dan bergelombang, sedangkan sayap induk betina halus dan rata
>    induk jantan tidak memiliki ovipositor diekornya, induk betina memiliki ovipositor dibawah ekor yang
berfungsi untuk mengeluarkan telurnya.

D.    Cara Perawatan Bibit dan Calon Indukan Jangkrik

Perawatan jangkrik yang sudah dikeluarkan dari kotak penetasan berumur 10 hari harus benar-benar diperhatikan dan dikontrol makanannya, karena pertumbuhannya sangat pesat. Sehingga kalau makanannya kurang, maka anakan jangkrik akan menjadi kanibal memakan anakan yang lemah. Selain itu perlu juga dikontrol kelembapan udara serta binatang pengganggu, yaitu, semut, tikus, cicak, kecoa dan laba-laba.Untuk mengurangi sifat kanibal dari jangkrik, maka makanan jangan sampai kurang. Makanan yang biasa diberikan antara lain ubi, singkong, sayuran dan dedaunan serta diberikan bergantian setiap hari.

E.    Sistem Pengembangbiakan Ternak Jangkrik.

Sampai saat ini pembiakan Jangkrik yang dikenal adalah dengan mengawinkan induk jantan dan induk betina, sedangkan untuk bertelur ada yang alami dan ada juga dengan cara caesar. Namun risiko dengan cara caesar induk betinanya besar kemungkinannya mati dan telur yang diperoleh tidak merata tuanya sehingga daya tetasnya rendah.

F.    Cara Reproduksi dan Perkawinan Jangkrik

Induk dapat memproduksi telur yang daya tetasnya tinggi ± 80-90 % apabila diberikan makanan yang bergizi tinggi. Setiap peternak mempunyai ramuan-ramuan yang khusus diberikan pada induk jangkrik antara lain: bekatul jagung, ketan item, tepung ikan, kuning telur bebek, kalk dan kadang-kadang ditambah dengan vitamin. Disamping itu suasana kandang harus mirip dengan habitat alam bebas, dinding kandang diolesi tanah liat, semen putih dan lem kayu, dan diberi daun-daunan kering seperti daun pisang, daun jati, daun tebu dan serutan kayu.

Jangkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau tanah.Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan media pasir yang dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan antara betina dan jantan 10 : 2, agar didapat telur yang daya tetasnya tinggi. Apabila jangkrik sudah selesai bertelur sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya kemudian kandang bagiab dalam disemprot dengan larutan antibiotik (cotrymoxale).Selain peneluran secara alami, dapat juga dilakukan peneluran secara caesar.Akan tetapi kekurangannya ialah telur tidak merata matangnya (daya tetas).

G.    Cara Menetaskan Telur Jangkrik

Penetasan telur-telur jangkrik dilakukan pada sebuah kotak penetasan, bahan kotak bisa menggunakan kayu, kotak kardus atau bahan lainnya. Untuk menetaskan satu sendok telur jangkrik atau sekitar 2500 – 3000 butir telur diperlukan kotak penetasan dengan ukuran panjang 50 cm, lebar 30 cm dan tinggi 20 cm. Media yang umum digunakan untuk menetaskan telur jangkrik adaah kain dan pasir. Berikut ini cara menetaskan telur jangkrik ;

1.    Cara menetaskan telur jangkrik dengan media kain ;

a).    Siapkan potongan kain dengan ukuran 25 cm x 25 cm, siapkan juga semprotan air dan wadah plastik untuk
meletakkan kain,
b).    Masukkan satu sendok telur jangkrik pada bagian tengah kain dan atur permukaannya agar merata
c).    Lipat sisi kain kebagian tengah, mulai dari sisi kanan, kiri, atas dan bawah. Biarkan lipatan agak longgar sebagai jalan keluar anak jangkrik jika sudah menetas nantinya. Jangan menekan lipatan kain yang berisi telur jangkrik karena bisa merusak telur-telur tersebut,
d).    Masukkan kain yang berisi telur tersebut kedalam wadah plastik dan letakkan pada kotak penetasan,
f).    Selama telur belum menetas lakukan penyemprotan air secara rutin setiap hari agar kain dan telur tetap lembab,
g).    3 atau 6 hari kemudian telur biasanya sudah menetas (tergantung usia telur),
h).    Sebelum telur menetas biasanya telur akan berubah warna menjadi kuning kehitaman. untuk memastikan
perkembangan dan keadaan telur, kain diperiksa setiap hari sebelum disemprot dengan air.
i).    Kain ditutup kembali setelah pemeriksaan.

2.    Cara menetaskan telur jangkrik dengan media pasir ;

a).    Pasir yang digunakan untuk menetaskan telur jangkrik adalah pasir yang bersih dan halus (diayak),
b).    Sterilkan media pasir dengan cara disangrai atau dijemur untuk mematikan kuman atau penyakit lainnya,
c).    Masukkan pasir tersebut kedalam nampan ukuran 15 cm x 20 cm (sesuaikan dengan ukuran kotak penetasan), ketebalan sekitar 2 – 3 cm,
d).    Taburkan telur jangkrik diatas media pasir secara merata,
e).    Tutup telur tersebut dengan pasir setipis mungkin,
f).    Masukkan nampan yang berisi telur jangkrik tersebut kedalam kotak penetasan,
g).    Semprotkan air setiap hari agar media pasir dan telur selalu lembab.

H.    Cara Perawatan dan Pemeliharaan Nimfa/Anak Jangkrik

Setelah menetas nimfa jangkrik bisa dibiarkan atau dipelihara didalam kotak penetasan hingga berumur 10 hari. Nimfa jangkrik yang baru menetas sangat sensitif dan rawan dengan kondisi lingkungan sekitar, sehingga diperlukan perawatan yang intensif dan penuh ketelatenan. Jika tidak dilakukan perawatan dengan baik, maka populasi nimfa jangkrik akan cepat menyusut. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat nimfa jangkrik, antara lain sebagai berikut ;

a).    Kotak penetasan dibuat dengan ukuran kecil supaya mudah dalam melakukan perawatan atau pengontrolan nimfa jangkrik

b).    Menjaga kelembaban ruangan pemeliharaan, kondisikan agar ruangan tidak terlalu panas dan tidak terlalu lembab. Untuk menjaga kelembaban, letakkan beberapa botol kecil yang diisi dengan air dan mulut botol ditutup dengan kapas. Usahakan kapas menyentuh air dan selalu basah,

c).    Memperhatikan pakan nimfa, usahakan nimfa mendapatkan pakan yang cukup. Pakan nimfa jangkrik antara lain irisan wortel, tepung kacang hijau atau pur halus yang diberikan secara bergantian. Pakan diberikan 2 kali dalam sehari.

d).    Memberi penghangat supaya nimfa jangkrik tidak mati kedinginan, jika udara dingin pada malam hari nimfa perlu diberikan penghangat berupa lampu pijar 5 watt,

e).    Menjaga agar lingkungan tempat pemeliharaan nimfa selalu bersih. Bersihkan dan buang sisa-sisa pakan yang sudah lebih dari satu hari agar lingkungan selalu bersih dan sehat.

I.    Cara Pemeliharaan dan Pembesaran Jangkrik

Setelah nimfa berumur 10 hari, nimfa bisa dipindahkan kedalam kandang pembesaran. Kandang pembesaran ukuran 100 cm x 60 cm x 30 cm bisa menampung sekitar 4000 ekor jangkrik. Supaya jankgrik cepat besar dan sehat, selama pembesaran jangkrik harus diberi pakan yang sehat dan banyak mengandung gizi. Pakan yang baik untuk ternak jangkrik yaitu pelet dan sayuran, seperti daun pepaya, rumput, daun katuk, wortel, gambas dan sebagainya.

1.    Cara memberi pakan jangkrik

a).    Terhitung sejak dipindahkan kekandang pembesaran sampai hari ke-30 pakan diberikan 1 atau 2 kali sehari,
b).    Hari ke-31 dan seterusnya jangkrik hanya diberi pakan pelet dan tidak diberikan pakan sayuran,
c).    Pakan berupa pelet diletakkan tipis merata ditengah kandang,
c).    Sebelum diberikan pakan sayuran dicuci terlebih dahulu hingga bersih, kemudian tiriskan hingga airnya hilang,
d).    Sayuran diiris tipis kemudian diangin-anginkan selama kurang lebih 5 menit, kemudian pakan diberikan,
e).    Sisa sayuran yang tidak habis dimakan dalam satu hari dibuang supaya kandang tetap bersih dan sehat,
f).    Terhitung sejak menetas sampai panen dibutuhkan sekitar 6 kg pakan per 4000 ekor jangkrik.

2.    Cara memberi minum jangkrik

a).    Cara memberi minum jangkrik usia 1 sampai umur 10 hari
–    Minuman nimfa jangkrik diberikan dengan media spons/busa yang dibasahi,
–    Spons/busa tersebut diletakkan dalam nampan yang dialasi kain atau pasir
–    Basahi kembali spons/busa tersebut jika kering

b).    Cara memberi minum jangkrik usia 11 hari hingga panen (masa pembesaran)
–    Minuman jangkrik diberikan didalam wadah/nampan yang diisi kerikil dan air secukupnya,
–    Tambahkan air jika berkurang.

J.    Tips Sukses Budidaya Ternak Jangkrik

a).    Pilihlah indukan dan bibit yang sehat supaya jangkrik cepat besar dan cepat panen, jangkrik akan tumbuh kerdil dan lambat pertumbuhannya jika indukan dan bibitnya buruk,
b).    Usahakan agar suhu didalam kandang jangkrik tidak lebih dari 30 derajat celcius. Jika suhu kandang diatas 30 derajat celcius jangkrik akan tumbuh kerdil dan lambat pertumbuhannya,
c).    Usahakan agar jangkrik tidak kekurangan pakan, kekurangan minum dan kurang tempat persembunyian. Sebab jika 3 hal tersebut tidak cukup akan timbul sifat kanibalisme atau saling memakan sesama jangkrik,
d).    Agar jangkrik tidak mencret, berikan pakan dan minum secara teratur. Kontrol sushu kandang supaya tetap hangat tetapi tidak terlalu panas (suhu tidak lebih dari 30 derajat celcius),
e).    Selalu membersihkan sisa-sisa pakan yang tidak habis dalam 1 hari supaya kandang tetap bersih dan sehat,
f).    Setelah panen, sebelum digunakan kembali kandang dicuci hingga bersih kemudian disemprot dengan desinfektan atau larutan sirih. Kemudian kandang dijemur dibawah terik matahari selama 2 hari.

K.    Hama dan Penyakit Jangkrik serta Cara Pengendaliannya

Hama yang sering menganggu jangkrik antara lain ; semut, cicak, katak, ular, tikus dan serangga kecil lainnya. Cara pencegahannya yaitu dengan mengolesi kaki-kaki kandang menggunakan minyak tanah, kapur ajaib, gemuk atau oli bekas. Atau menggunakan kaleng/botol yang diisi air/minyak tanah/oli bekas untuk mengalasi kaki-kaki kandang serta menempatkan kandang tidak menempel pada dinding rumah.

Hingga saat ini belum ada penyakit serius yang menyerang jangkrik. Gangguan kesehatan jangkrik umunya berupa infeksi oleh jamur yang disebabkan oleh pemberian daun-daunaan atau pakan yang tidak sehat. Jamur biasanya terbawa oleh pakan atau dedaunan yang tidak steril. Cara pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan pakan sayuran atau dedaunan yang bersih dan sehat serta menjaga kebersihan kandang.

L.    Masa Panen Ternak Jangkrik

Jangkrik bisa dipanen ketika berumur 35 – 40 hari sejak menetas. Jangkrik yang dipanen pada umumnya adalah jangkrik remaja, ciri-cirinya yaitu jika jangkrik sudah mulai tumbuh bulu atau sayap dipunggungnya. Cara panen jangkrik dilakukan dengan hati-hati supaya jangkrik tidak terluka atau cacat. Jangkrik siap panen diambil dari kandang kemudian disimpan atau dikemas pada wadah yang sudah disediakan. Setelah selesai panen jangkrik bisa langsung dipasarkan.

Demikian “Cara Mudah Ternak Jangkrik“. Semoga bermanfaat…

Salam mitalom !!!

Loading...