Cara Budidaya Jamur Tiram Bagi Pemula

Panduan Lengkap Budidaya Jamur Tiram untuk Pemula

Budidaya Jamur Tiram

Cara Budidaya Jamur Tiram

Budidaya – Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan jenis jamur yang bisa dikonsumsi, berwarna putih dan memiliki tudung berbentuk seperti tiram. Jamur tiram cocok dibudidayakan pada daerah yang beriklim tropis seperti ndonesia. Seiring dengan permintaan pasar yang semakin tinggi, budidaya jamur tiram menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Harga jamur tiram dipasaran juga cukup tinggi, antara Rp. 15.000 – Rp. 20.000 per kilogram. Budidaya jamur tiram semakin diminati karena investasi yang dibutuhkan tidak terlalu tinggi. Harga yang menggiurkan bisa menjadi alasan untuk mulai berbisnis jamur yang satu ini.

Syarat Tumbuh Jamur Tiram

Jamur tiram tidak memerlukan cahaya matahari untuk tumbuh dan berkembang, karena itu jamur tiram dibudidayakan didalam ruang tertutup dengan suhu antara 22 – 28 derajat celcius untuk fase inkubasi. Sedangkan fase pembentukan tubuh memerlukan suhu udara antara 16 – 24 derajat celcius dengan kelembaban 60-70%. pH ideal untuk pertumbuhan jamur antara 6 sampai 7. Jamur tiram tumbuh dengan baik pada dataran tinggi sekitar 700 – 800 dpl. Namun demikian jamur tiram juga dapat dibudidayakan di dataran rendah dengan catatan iklim ruang budidaya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

Cara Membuat Kumbung Untuk Budidaya Jamur Tiram

Kumbung adalah bangunan tempat kegiatan budidaya jamur tiram. Tahap awal dalam budidaya jamur tiram adalah menyiapkan kumbung dan membuat rak-rak tempat penyimpanan baglog. Sebuah bangunan kumbung harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban. Rak – rak dibuat bersusun secara vertikal untuk memaksimalkan ruangan agar dapat menyimpan baglog lebih banyak. Jarak ketinggian ruang antar rak minimal 40 cm. Rak bisa dibuat 4 – 5 tingkat atau dapat juga disesuaikan dengan lebar 40 cm. Rak dibuat memanjang membentuk lorong dengan panjang sesuai panjang bangunan kumbung. Jarak antar rak minimal 80 cm agar mudah dalam merawat dan untuk lalu lalang dalam kegiatan budidaya.

Cara Budidaya jamur Tiram

Rak Tempat Penyimpanan Baglog

Kumbung yang ideal adalah yang terbuat dari kayu atau bambu. Atap sebaiknya dari genteng, rumbia, ijuk, ilalang atau sirap. Jangan menggunakan atap seng atau asbes karena suhu ruangan menjadi panas. Lantai sebaiknya adalah lantai tanah.

Sterilisasi Kumbung untuk Budidaya Jamur Tiram

Jika rak-rak sudah selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah sterilisasi. Sterilisasi dilakukan untuk membersihkan kemungkinan tumbuhnya jamur lain yang tidak diinginkan. Langkah-langkah sterilisasi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

Baca juga  Budidaya Cabe Merah Dengan Mulsa Plastik

– Membersihkan seluruh ruangan kumbung serta rak-rak dari kotoran.

– Kemudian lakukan pengapuran dan semprotkan fungisida pada ruangan kumbung. Biarkan sampai 4 atau 5 hari supaya bau fungisidanya hilang.

– Setelah itu susun baglog pada rak-rak yang sudah disiapkan.

Cara Membuat / Menyiapkan Baglog untuk Budidaya Jamur Tiram

Cara Budidaya Jamur Tiram

Gambar Baglog

Baglog adalah media tanam yang terbuat dari serbuk gergaji sebagai tempat tumbuhnya jamur tiram. Baglog pada umumnya dikemas dengan kantong plastik dan berbentuk silinder. Pada salah satu sisi baglog diberi lubang dengan cincin sebagai tempat tumbuhnya jamur.
Untuk pemula sebaiknya menggunakan baglog yang sudah siap pakai. Baglog dapat dibeli dari petani lain atau dari pengusaha pembibitan jamur. Harga baglog bervariasi dan disetiap daerah berbeda. Biasanya satu baglog dijual seharga Rp. 5000 – Rp. 6000.

Cara Merawat Baglog Jamur Tiram

Baglog disusun pada rak-rak secara horizontal dengan posisi lubang disamping. Baglog dapat disusun 2 atau 3 lapis dalam satu ruang rak. Sebelum baglog disusun, lakukan hal-hal berikut :

– Sebelum disusun, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Diamkan selama 5 hari.

– Siram lantai dengan air secukupnya untuk meningkatkan kelembaban.

– Kemudian potong ujung baglog untuk membuat lubang pertumbuhan lebih lebar. Biarkan selama 3 hari dan jangan disiram. Penyiraman cukup dilakukan pada lantai untuk meningkatkan kelembaban.

– Setelah 3 hari, semprotkan air pada lubang baglog. Usahakan sprayer membentuk kabut saat penyemprotan. Jangan mengguyurkan air atau meneteskan air pada lubang baglog. Penyemprotan dilakukan 2-3 kali sehari, atau disesuaikan dengan suhu dan kelembaban kumbung. Jaga suhu agar tetap pada posisi 16 – 24 derajat celcius.

Masa Panen dan Cara Panen Jamur Tiram

Jamur tiram biasanya dapat dipanen setelah 1 – 2 minggu sejak tutup baglog dibuka. Jamur tiram yang siap panen ditandai dengan mekarnya miselium dan menutupi secara sempurna bagian lubang baglog. Jika dirawat dengan baik, satu baglog dapat dipanen hingga 5 atau 8 kali. Jeda waktu antara panen pertama dan panen selanjutnya antara 2 smpai 3 minggu.

Baca juga  Sistem Pola Tanam Tumpang Sari (Polykultur)

Jamur yang sudah siap dipanen adalah jamur yang telah mekar dan membesar. Ditandai dengan ujung-ujungnya yang meruncing, berwarna putih bersih, dan tudungnya belum pecah. Jika tudung sudah pecah, jamur akan mudah layu, tidak tahan lama dan warnanya berubah kuning kecoklatan.
Baca juga : Manfaat Mengkonsumsi Jamur Tiram

Semoga bermanfaat…

Salam mitalom !!!

Loading...